oleh

Pergantian Kajati Sulsel Sisahkan PR Perkara Penjualan Lahan Negara Di Takalar

MATARAKYAT_MAKASSAR – Penjualan lahan pencadangan Transmigrasi milik Negara, tepat di dua Desa, yakni Laikang dan Punaga Kecamatan Mangarabombang Kabupaten Takalar tahun 2015 mandek  di Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi  selatan.

Jaksa penyidik telah menetapkan tiga dalam perkara ini, yakni Camat Manggarabombang, Nur Uthary, Kepala Desa Laikang, Sila Laidi serta Skeretaris Desa setempat yaitu, Risno Siswanto, masing – masing dijerat pasal 2, 3 dan Juncto 55 UU tindak pidana korupsi No. 31 tahun 1999. Sementara dua berkas tersangka sudah tahap dua, yakni oknum Sekdes dan Camat. Masing – masing telah mendekam di Lapas Gunung Sari Kelas 1A Makassar guna menanti persidangan

” Ada dua tersangka tahap dua yakni Camat dan Sekdes  ” ujar, Kepala Seksi Pemerangan dan Hukum (KASI PENKUM) Kejati Sulsel, Salahuddin, Jumat (02/06/2017)

Lahan seluas 150 Hektar dibanderol Rp. 17 Milliar lebih oleh Pemda setempat kepada PT. Insan Karya Cerebon asal Tiongkok melalui izin prinsip dari Gubernur ditahun 2015 silam. yang telah menetapkan lokasi tersebut sebagai lahan zona industri yang hendak dibebaskan.

” Dari lahan yang ada, terjadilah proses jual beli, yang diperjualbelikan ternyata masih lahan Negara yakni lahan pencadangan lahan trasmigrasi,” ungkap Salahuddin

Sebelumnya, kasus tersebut sempat ditangani oleh kejaksaan Negeri Takalar, tapi sejak bergulirnya kasus tersebut Bupati setempat, Burhanuddin Baharuddin tidak pernah dipanggil untuk menjalani pemeriksaan.

Komentar

News Feed