oleh

Gila ! Petepete Smart Pakai Uang DP, Diluncurkan Pemkot Makassar

MATARAKYAT_MAKASSAR– Laporan Wali Kota Makassar, Danny Pomanto ke Polrestabes Makassar setelah mendapat kritikan pedas Supratman, anggota DPRD Makassar soal program Petepete smart terus dilidik. Perseteruan ini diklaim oleh Farouk M.Beta, Ketua DPRD Makassar  adalah perseteruan institusi. ” Kita siap lawan demi menjaga marwah institusi DPRD,” ujar Aru, panggilan akrab Ketua DPD II Golkar Makassar.

Dijelaskan oleh Aru bahwa kasus ini bukan hanya sebatas kasus pribadi antara Supratman dengan Walikota Danny Pomanto, tetapi Farouk mengkalim kasus ini adalah kasus yang berhadapan antara DPRD Makassar dengan Walikota. Tindakan yang dilakukan Walikota Makassar dengan melaporkan Supra di Polrestabes Makassar melalui kuasa hukum Pemkot Salasa Albert justru menimbulkan konflik besar.

Pasalnya, kata Aru genderang perang itu bukan tertuju kepada Supra melainkan sebagai institusi kelembagaan DPRD Kota Makassar yang menjadi lawannya.  Sebagai pimpinan tertinggi di DPRD Kota Makassar, kata Aru dirinya berhak membela dan melindungi anggota dewan lainnya. Termasuk Supratman yang saat ini tengah berkonflik dengan Walikota Makassar hanya karena persoalan Pete-pete Smart.

“Hari ini mungkin Supratman besok giliran siapa lagi. Itu yang harus dijaga. DPRD punya hak imunitas untuk mengkritik siapapun termasuk kinerja Walikota Makassar. Apalagi tugas legislator adalah kontrol dan pengawasan dan itu diatur dalam undang-undang,” ujarnya belum lama ini. Terkait dengan proses hukum yang saat ini ditempu Walikota Makassar, Ketua DPD II Partai Golkar siap melakukan perlawanan dengan proses yang sama.

Sebagai Ketua DPRD Kota Makassar, Aru lama ini menegaskan bahwa sikapnya jelas menyangkut permasalahan itu. “Sikap saya jelas yakni melindungi seluruh anggota saya di DPRD dan itu konstitusi yang dijamin dalam Undang-undang,” bebernya.

Hal senada juga diungkapkan Ketua Komisi C DPRD Kota Makassar, Rahman Pina pasca laporan Danny Pomanto ke polisi yang siap berada digaris terdepan untuk mengawal permasalahan yang menimpa Supratman. “Supratman itu merupakan simbol lembaga DPRD secara tidak langsung. Jadi persoalan ini menjadi tanggungjawab institusi bukan perorangan,” kata Bendahara Golkar Makassar itu.

Sementara Basdir, salah seorang anggota panitia Banggar DPRD Makassar dari partai Demokrat mengakui jika pengadaan petepete smart yang dilakukan Pemkot Makassar, telah diprogramkan di dua APBD dengan pagu Rp 4 M lebih. “Jika itu bersumber dari uang pribadi Danny Pomanto mengapa dilounching oleh Pemkot Makassar,” ujar Basdir kepada wartawan. Nah, petepete smart ini antara madu dan racun.

Peliput : Akbar | Editor : Olive

Komentar

News Feed