oleh

Setahun Kematian Rezky, Keluarga Belum Dapat Keadilan

MATARAKYAT_MAKASSAR – Kasus kematian Rezky yang menginjak usia satu tahun, kini masih diselimuti awan kelam.

Pasalnya Rezky Evienia Syamsul (22) Mahaisiwi Fakultas Kedokteran UMI angkatan 2014 meninggal usai mengikuti pengkaderan Study Club (SC), Tim Bantuan Medis (TBM) 110, dari Fakultas Kedokteran.

Almarhum meninggal dunia pada 7/6/2016 silam atau setahun pada hari ini dimana masih banyak mengundang tanda tanya besar terlebih luka yang amat mendalam dari pihak keluarga, bagaimana tidak pasca kematian, pihak aparat kepolisian yang bertanggungjawab penuh dalam mengungkap kematian almarhum dinilai sangat lamban dalam penanganannya.

Beberapa saat sebelum meninggal dunia, almarhum sempat dilarikan ke R.S untuk mendapat perawatan medis dari dokter usai sekarat di lokasi kejadian tepatnya di Tombolo Pao, Kecamatan Malino, Kabupaten Gowa‎, namun nyawanya tak bisa diselamatkan.

Dalam jasad Rezky, terdapat beberapa luka lebam disekujur tubuh dan pendarahan di bagian kepala yang diduga akibat penganiayaan dari pihak panitia pengkaderan. Kuat dugaan almarhum tewas usai diceburkan ke dalam air sebelum dianiaya, hingga kasus ini ditangani oleh Polda Sulsel.

Spekulasi :

Banyaknya spekulasi yang mencuak ke publik pasca tewasnya Rezky, seperti ada motif dendam dari senior serta motif cinta yang bertepuk sebelah tangan dari salah satu panitia laki – laki, hingga harus merenggang nyawa.

Pengakuan diduga arwah Rezky :
Tak lama usai meninggal dunia, (juli 2016 lalu) publik kembali dihebohkan dengan tersebarnya disosial media rekaman kesurupan dari salah satu kerabat almarhum dimana kuat dugaan kerasukan arwah dari korban.

Dalam rekaman tersebut, kerabat almarhum yang kesurupan seperti berteriak kesakitan dan menangis sambil mengutarakan rasa sakitnya usai dianiaya. Yang lebih mengherankan lagi, ia juga sempat menyebut beberapa nama rekannya yang ada dilokasi kejadian.

Luka mendalam juga hingga kini mjuga masih dirasakan mendiang ayah almarhum yakni H Syamsul Suddin yang dimana sudah setahun ia terus memperjuangkan untuk mendapatkan keadilan atas kematian putrinya.

“Tentu saya sangat kecewa dengan pihak hukum yang hingga kini kasus anak saya belum juga menemui titik terang, itu seakan ada upaya perlindungan dari mereka untuk tidak menghukum pelaku,” ujarnya kepada Matarakyat pada Rabu (7/6/2017).

Ia menambahkan, rasa kekecewaan juga ditujukan terhadap pihak kampus, dimana bukannya turut membantu aparat namun juga seakan meredam kasus ini. “Saya tidak lagi mau berkomunikasi dengan pihak kampus UMI, kayaknya mereka sengaja redam ini kasus,” tutupnya

Lebih lanjut, ia juga berharap agar keadilan bisa ditegakkan, agar supaya bisa memperkecil kemungkinan adanya tindakan serupa. “Semoga penegak hukum bisa secepatnya menyelesaikan kasus ini dan segera mengadili tersangla sesuai hukum yang berlaku,” tutupnya

Polda – Kejati :

Polda Sulsel yang menangani kasus ini sejak awal memang terkesan lambat dan kehilangan asa, bagaimana tidak meski pihak penyidik telah menetapkan tersangka dari pihak panitia dalam hal ini mahasiswa kedokteran UMI namun seakan takut mengambil tindakan penahanan.

Alasannya karena pelaku selama pemeriksaan masih kooperatif, hingga pembunuh Rezky hingga sekarang masih bisa bebas selayaknya tidak bersalah. Polda juga telah melimpahkan kasus ini ke kejaksaan namun pelaku dan barang bukti belum juga diserahkan.

“Kita tinggal menunggu kapan Kejati mau menerima barang bukti dan tersangkanya, kita sudah layangkan surat tapi belum ada balasan, yang jelas kita selalu siap,” kata Dirkrimum Polda Sulsel, Erwin Zada beberapa waktu lalu

Menanggapi hal tersebut, Kejati Sulsel, melalui Kasipenkum Kejati, Salahuddin mengatakan tidak ada alasan penolakan bagi Kejati jika betul – beetul penyidik mau menyerahkan barang bukti dan tersangka untuk selanjutnya proses tahap ke 2.

“Kalau berkas sudah P.21 tidak alasan lagi untuk menolak barang bukti dan tersangkanya, meski tidak ada tenggang waktu yang tertera dalam undang – undang namun kita juga mau agar kasus ini cepat selesai,”tutup Salahuddin.

Peliput : Tenri | Editor : Olivia

Komentar

News Feed