oleh

Aksi Anarkis, Jelang Milad ke 54 Kampus Unismuh

MATARAKYAT_MAKASSAR –  Menjelang perayaan milad yang ke 54 tahun, Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar tak henti – hentinya menebar teror, dimana pada Jumat (9/6/2017) tadi malam terjadi aksi pembakaran sekretariat oleh OTK.

Dalam insiden tersebut sekreteraiat Unit Kegiatan Mahaiswa (UKM) Seni dan Budaya Talas ludes terbakar, meski tidak ada korban jiwa namun peristiwa ini banyak menimbulkan kerugian, selain fasilitas kampus api juga menghanguskan barang milik mahasiswa yang berada didalam sekret.

Selain itu inventaris UKM juga ikut ludes seperti arsip, piala dari berbagai event baik nasional maupun internasional. Aksi anarkisme di dalam kamus Unismuh memang marak terjadi belakangan ini, sebelumnya juga terjadi aksi pemukulan secara brutal dari seorang mahasiswa dimana dianiaya oleh mahasiswa yang diduga berasal dari Fakultas Tekhnik, aksi penganiayaan tersebut terjadi dua kali berturut – turut hanya dalam renggang waktu tak lebih dari sepekan.

Selain penganiayaan, aksi teror selanjutnya adalah pengrusakan gedung Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikn (FKIP) dimana dalam insiden itu mengakibatkan gedung FKIP hancur serta dosen yang turut diancam senjata tajam.

Ironisnya, pasca kejadian, aparat kepolisian Sektor Rappocini yang menangani kasus ini juga tak bisa berbuat banyak, terbukti hingga kini belum ada satupun pelaku yang berhasil dibekuk oleh aparat.

Tak ada rasa aman :

Sebagai pimpinan tentu merupakan kewajiban memberi rasa aman bagi dosen dan mahasiswa yang menempuh perguruan tinggi di Unismuh, tapi sepertinya itu tak bisa dirasakan oleh pelajar yang menempuh pendidikan di Unismuh.

Pasalnya, aksi perang antar Fakultas dan serangan membabi buta oleh OTK di dalam kampus sangat sering terjadi, kejadian – kejadian seperti itu tentu menimbulkan rasa takut dan parno bagi mahasiswa yang berada didalam kampus.

Salah satu fakta tidak adanya rasa aman dengan didalam kampus saat puluhan mahasiswa lebih memilih menggelar ujian skripsi di warkop dibanding di dalam kampusnya sendiri.

Zaenal, Ketua UKM Seni dan Budaya Talas dan juga mahasiswa Unismuh menuturkan, kejadian – kejadian seperti ini tentu banyak merugikan pihak kampus, bagaimana tidak kata Zaenal, karena seringnya terjadi aksi ricuh dan perang kelompok membuat kita sebagai mahasiswa merasa parno masuk kampus.

“Saya meminta pimpinan bertindak tegas pelaku, bagaimana kita mau belajar dan beraktifitas didalam kampus sementara keadaan terus menerus rawan seperti ini, kasihan juga teman – teman yang lain niatnya kuliah tapi tidak mendapat kedamaian,” ujarnya

Sebagai pimpinan, Rektor Unismuh, Rahman Rahim juga tentu merasakan hal yang sama, ia berhara agar kepolisian turut membantu dalam menangani konflik yang terjadi di dalam kampus, “tolong pak polisi secepatnya menangkap pelaku, ini aksi kriminal dan harusnya segera dapat diproses sesuai hukum,” kata Rahman kepada Matarakyamu.com pada Sabtu.

Peliput : Tenri |  Editor :Olive

Komentar

News Feed