oleh

Dibalik Sosok Proklamator, Bung Karno Arsitek Ternama

MATARAKYAT_MAKASSAR – Banyak orang mengenal Sukarno hanya sebagai Proklamator RI juga Presiden pertama padahal, dibalik semuanya itu Sukarno juga seorang arsitek ternama. Ia lulusan Technische Hoogeschool (sekarang jadi ITB) dan sangat menyukai mata kuliah menggambar yang diajarkan oleh C.P. Wolff Schoemaker (arsitek Villa Isola, Observatorium Bosscha, dll).

Usai lulus kuliah Bung Karno sapaan akrabnya,  membantu proyek BOW (Departement van Burgerlijke Openbare Werken atau Departemen Pekerjaan Umum). Ia kemudian magang di kantor gurunya dan menjadi juru gambar proyek paviliun di Hotel Preanger, Bandung.

Setelah itu ia mendirikan biro arsitektur bersama kawannya yang bernama Anwari. selanjutnya Sukarno menggandeng adik angkatannya yang tidak aktif di politik untuk mendirikan biro arsitektur yang baru, dia adalah Roosseno Soerjohadikoesoemo (kelak jadi Profesor di ITB dan menjadi Bapak Beton Indonesia).

Kepandaiannya pada bidang arsitektur itulah yang kemudian mempengaruhi gaya arsitektur beberapa bangunan di Indonesia. Dilansir dari Bironet.com berikut ini adalah 8 gaya arsitektur yang awalnya merupakan ide dari Bung Karno

Monumen Nasional

Monumen Nasional atau biasa dikenal dengan Monas berada di kota Jakarta yaitu di Lapangan Monas Jakarta Pusat. Tugu ini dibangun untuk mengenang perlawanan dan perjuangan rakyat melawan penjajah Belanda. Monas dibangun pada tahun 1959 dan selesai pada tahun 1960. Tugu ini diarsiteki oleh R.M. Soedarsono dan Friedrich Silaban (arsitek Mesjid Istiqlal), dengan konsultan Ir. Rooseno. Resmi dibuka untuk umum pada tanggal 12 Juli 1975.

Masjid Istiqlal

Masjid Istiqlal adalah masjid di pusat kota Jakarta. Masjid ini adalah masjid terbesar di Asia Tenggara. Dimulainya pembangunan Masjid Istiqlal dilakukan oleh Sukarno pada tanggal 24 Agustus 1951. Arsitek masjid ini adalah Frederich Silaban.

Wisma Nusantara

Wisma Nusantara adalah gedung perkantoran setinggi 117 meter dan 30 lantai yang terletak di Bundaran HI, Jakarta. Gedung ini mulai dibangun pada tahun 1964 dan selesai dibangun pada tahun 1967 dan merupakan gedung pencakar langit pertama di Indonesia.

Patung Dirgantara

Patung ini dirancang oleh Edhi Sunarso sekitar tahun 1964 – 1965 dengan bantuan dari Keluarga Arca Yogyakarta. Sedangkan proses pengecorannya dilaksanakan oleh Pengecoran Patung Perunggu Artistik Dekoratif Yogyakarta pimpinan I Gardono. Berat patung yang terbuat dari perunggu ini mencapai 11 Ton. Sementara tinggi patung itu sendiri adalah 11 Meter, dan kaki patung mencapai 27 Meter. Proses pembangunannya dilakukan oleh PN Hutama Karya dengan Ir. Sutami sebagai arsitek pelaksana.

Hotel Indonesia

Hotel Indonesia diresmikan pada tanggal 5 Agustus 1962 oleh Bung Karno untuk menyambut Asian Games IV tahun 1962. Bangunan hotel dirancang oleh arsitek Abel Sorensen dan istrinya, Wendy, asal Amerika Serikat. Menempati lahan seluas 25.082 meter persegi, hotel ini mempunyai slogan A Dramatic Symbol of Free Nations Working Together.

Gedung DPR/MPR

Gedung ini dulunya bernama gedung Conference of The New Emerging Forces (CONEFO). Gedung ini dibangun atas gagasan Presiden Sukarno untuk membentuk suatu kekuatan blok baru yang beranggotakan negara-negara berkembang untuk menyaingi 2 kekuatan blok sebelumnya (Blok Uni Soviet dan Blok Amerikat Serikat).

Gedung Sarinah

Sarinah adalah pusat perbelanjaan setinggi 74 meter dan 15 lantai di Menteng, Jakarta. Gedung ini mulai dibangun tahun 1963 dan diresmikan pada tahun 1967 oleh Sukarno. Nama Sarinah berasal dari nama pengasuh Sukarno pada masa kecilnya

Stadion Gelora Bung Karno

Stadion Utama Gelora Bung Karno adalah sebuah stadion serbaguna di Jakarta. Stadion ini umumnya digunakan sebagai arena pertandingan sepak bola. Stadion ini untuk menghormati Sukarno, Presiden Republik Indonesia pertama, yang juga merupakan tokoh yang mencetuskan gagasan pembangunan kompleks olahraga ini.

Penulis : Lidia Agnesia | Editor : Olive

Komentar

News Feed