oleh

Mahasiswi ini Tepis Keterlibatan Dirinya Dalam Kasus Penipuan

MATARAKYAT_MAKASSAR – Nurhidayah alias Yaya menepis kabar tak sedap yang menerpa dirinya. Yakni, dugaan keterlibatan pada kasus penipuan terhadap Haeruddin selaku korban.

Yaya yang di ketahui sebagai Mahasiswi Akbid Salewangan Kota Maros ini, menapik ada hubungan spesial dengan terduga pelaku Andre Sungkan Jaya Sitorus.

“Saya tidak ada hubungan dengan dia (Andre Sungkan Jaya Sitorus-red) seperti yang di tudingkan saudara korban, saya bekerja sama atau punya hubungan spesial serta mengaku selaku anaknya,” ungkap Yaya kepada awak media, senin (12/06/17) di kediaman Kuasa Hukumnya tepatnya Perumahan Taman Sudiang Indah.

Yaya yang di dampingi kuasa hukumnya menjelaskan, bahwa ia tidak tahu menahu soal uang yang di transferkan oleh Haeruddin.

Di ceritakannya, Andre Sungkan Jaya Sitorus meminjam ATM saya dengan alasan ia ditrasferkan uang dari kerabatnya, sejak dia pinjam kartu ATM saya sampai saat ini, Jaya belum juga mengembalikan, ujar yaya.

Belakangan hal ini ia ketahui kata Yaya, setelah mendapat keterangan langsung oleh Haeruddin.

“Saya ketemu langsung di Pantai Tak Berombak (PTB) Kota Maros sebulan yang lalu, saat itu juga Haeruddin menjelaskan ke saya terkait masalah ini, sembari menunjukkan bukti transfer dana ke ATM saya, anehnya nama yang tercantum pada rekening tersebut bukan nama Haeruddin tetapi bernama Irwan yang tak lain penjaga rumah kos tempat kediaman Jaya, ucapnya.

Lebih jauh ia menjelaskan, Haeruddin mengajak ketemu di RS Wahidin tepatnya di pelataran parkir mobil Ambulance, seketika itu rekan Haeruddin membuat surat pernyataan terkait pengakuan pengganti dana tersebut, pada saat itu saya di suruh bertanda tangan dalam kondisi tekanan dalam artian ketika saya tidak bertanda tangan saya tidak di biarkan pulang. Akhirnya, dengan sangat terpaksa saya pun menandatanganinya, beber Yaya.

Ditambahkannya, sebelum adanya perkara ini saya tidak pernah kontekan dengan Haeruddin nanti ketika adanya masalah ini saya di hubunginya, ketus Yaya.

“Saya berharap agar masalah ini cepat terselesaikan tanpa ada pihak yang dirugikan dan kasus ini saya serahkan sepenuhnya ke kuasa hukum saya,” harapnya.

Seperti yang di beritakan sebelumnya melalui media RAPORMERAH.CO, Haeruddin selaku korban menuding Yaya terlibat pada kasus ini, dengan mengirimkan uang sebesar Rp 27 juta melalui ATM pribadinya, dengan alasan Jaya akan mengurus surat-surat mobil yang di janjikan, melalui via Telepon genggam Yaya.

Namun surat beserta mobil tersebut sampai saat ini tak kunjung ada, sementara si pelaku yakni Jaya hingga saat ini pun tak ada kabar entah di mana keberadaannya, tandas Haeruddin.

Peliput: Olive | Editor: Zhakral

Komentar

News Feed