oleh

PT. SS Diduga Kangkangi Aturan, Disnakertransin Terkesan Masuk Angin

MATARAKYAT_LUTIM – Perusahaan Kontaktor PT. Sapta Sekata, salah satu perusahaan kontraktor PT Vale Indonesia dituding tidak memenuhi aturan pemberian pesangon bagi karyawannya sebagaimana yang disebutkan dalam Undang-undang nomor 13 Tahun 2003 tentang ketenagakerjaan. Hal tersebut dikeluhkan oleh salah seorang karyawannya, Dedi yang telah bekerja selama 3 tahun diperusahaan tersebut

Karena merasa dirugikan, Dedi kemudian melaporkan perusahaan tempatnya bekerja tersebut ke Dinas Transmigrasi, Tenaga Kerja, dan Perindustrian Kabupaten Luwu Timur tanggal 12 Mei 2017. “Namun hingga saat ini, belum ada tindak lanjut dari pengaduannya tersebut” kata Dedi, senin (12/06/2017).

Dedi lalu menceritakan kronologi kasusnya. Ia mengatakan setelah berakhirnya masa kontrak, ia kemudian mempertanyakan kepada pihak perusahaan tentang bagaimana nasibnya, apakah di perpanjang kontraknya atau tidak. Apalagi Dedi berstatus karyawan tetap atau Perjanjian Kerja Untuk Waktu Tidak Tertentu (PKWTT).

“Setelah kontrak berakhir, saya menunggu konfirmasi pihak perusahaan. Namun setelah beberapa hari, saya akhirnya memutuskan menelpon pimpinan  perusahaan. Lewat pembicaraan itulah pimpinannya mengatakan kalau saya di PHK. Saya menerima dan menuntut pesangon saya dibayarkan” katanya.

Lanjut Dedi, setelah pembicaaran tersebut, perusahaan melakukan transfer via ATM uang sejumlah Rp 6.200.000. Jumlah ini kata Dedi tidak memenuhi aturan pemberian pesangon.

Menurutnya jika mengacu pada undang-undang nomor 13 tahun 2003 tentang ketenagakerjaan pasal 156 ayat 1 menyebutkan dalam hal terjadi pemutusan hubungan kerja (PHK) pengusaha diwajibkan membayar uang pesangon dan atau uang penghargaan masa kerja  dan uang penggantian hak yang seharusnya diterima.

“Saya berharap kepada dinas terkait, agar segera di tuntaskan pengaduan hak pesangon saya ini,” katanya.

Terpisah, Firnandus Ali selaku kepala Dinas Transmigrasi, Tenaga Kerja, dan Perindustrian mengatakan kami sudah kirim kan surat pemanggilan ke pihak perusahaan namun di balasnya belum ada waktu ,”hal ini tetap kami akan tindak lanjuti,” katanya.

Peliput: Zhakral | Editor: Red.

Komentar

News Feed