oleh

Ahok Mengaku Bersalah, Buni Yani Tetap Pesakitan

MATARAKYAT_BANDUNG,–  Hari ini, Kejaksaan Negeri Bandung mengagendakan pembacaan dakwaat terhadap Buni Yani, seorang dosen yang beberapa waktu lalu sempat mengegarkan Indonesia dengan postingan di dunia maya rekaman video Gubernur DKI Jakarta di Kepulauan Seribu. Postingan ini lalu dijadikan dalih sebagai bentuk penyebaran kebencian.

Kasus ini sendiri berawal saat Ahok memberikan sambutan di Kepulauan seribu lalu berbuntut tudingan penistaan agama setelah rekaman video Basuki Tjahaya Purnama saat menjadi gubernur, beredar luas setelah diposting oleh Buni Yani. Materi pidato Ahok pun menggelinding ke ranah hukum setelah FPI dan beberapa LSM serta beberapa oknum melaporkan kasus ini ke polisi.

Setelah melalui proses panjang dengan berbagai intrik, akhirnya majelis hakim PN Jakarta Utara menjatuhkan hukuman 2 tahun penjara bagi Ahok. Awalnya tak terima, AHok dan penasehat hukum mengajukan banding, ikut pula Jaksa Penuntut Umum menempuh prosedure hukum sama. Baik Ahok maupun Jaksa beberapa saat kemudian mencabut dan membatalkan memori banding di PT Jakarta Pusat.

Episode kasus ini tidak serta merta berakhir sebab kasus Ahok dan Buni Yani berbeda. Batalnya banding Ahok menunjukan dia menerima putusan dari Pengadilan Negeri Jakarta Utara. Sedangkan dalam amar putusan hakim, kasus Buni Yani dan kasus Ahok dianggap sebagai dua hal yang berbeda. “Karena itu, polisi harus dasar dakwaan baru jika masih ingin menjerat Buni Yani,” kata Romli Atmosasmita, seorang ahli hukum.

Jika polisi tidak bisa memberikan bukti baru terkait tudingan menyebarkan provokasi yang dilakukan Buni Yani, maka seharusnya mantan dosen itu harus dilepaskan dari status tersangka.  “Setelah tidak banding, otomatis Ahok mengakui kesalahannya menodai agama, bukan karena Buni Yani,” jelasnya.

Kejaksaan tetap tak bergeming mengajukan Buni Yani sebagai pesakitan ke PN Bandung. Setelah Gubernur DKI Jakarta nonaktif, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, mencabut upaya bandingnya, Kejaksaan Agung masih belum menentukan sikap. Namun, Jaksa Agung HM Prasetyo menyebut, langkah Ahok menunjukkan telah menerima putusan Pengadilan Negeri Jakarta Utara. Ahok dianggap mengaku bersalah melakukan penistaan agama.

Sebagai informasi, pada Senin (22/5), keluarga Ahok mendatangi Pengadilan Negeri Jakarta Utara untuk mencabut permohonan banding. Kemudian dijelaskan batalnya perlawanan hukum atas permintaan Ahok. Dalam suratnya, Ahok menyatakan salah satu alasannya menarik berkas banding karena tak mau lagi ada aksi unjuk rasa yang berujung mengganggu ketertiban dan kenyamanan masyarakat.

Ahok meminta pendukungnya agar membiarkannya menjalani masa-masa sunyi di dalam penjara. Dia mengaku sudah bisa menerima semua kenyataan pahit dalam fase hidupnya.Lantas, mampukah Jaksa membuktikan dakwaan terhadap Buni Yani yang dinilai pengamat hukum tidak relevan. Kita tunggu.

Liputan : Isio Libran Andy  | Editor  : Akbar Karca

Komentar

News Feed