oleh

Sssst ! Novel Baswedan Sebut Ada Jenderal Dibalik Teror Dirinya

MATARAKYAT_JAKARTA, Ada perkembangan terbaru hingga penanganan kasus teror terhadap penyidik senior KPK, Novel Baswedan terkesan lambat walau polisi bersikukuh menyebut jika penanganan kasus terus dimaksimalkan.  Diungkap oleh majalah TIME bila ada oknum Jenderal polisi berpengaruh di Mabes terlibat.

Kini, 60 hari lewat Novel Baswedan  berada di Singapura untuk menjalani pengobatan mata kirinya yang disiram air keras oleh polisi hingga saat ini belum berhasil diungkap. Beberapa hari lalu (10/6)  Novel bercerita beberapa hal terkait kasusnya, termasuk soal dugaan sosok di belakang peristiwa ini.

Seperti termuat dalam wawancara eksklusif TIME edisi 10 juni 2017,  Novel membeberkan beberapa hal bahwa dirinya pernah mendapat informasi bahwa ada jenderal polisi yang cukup berpengaruh di Mabes Polri terlibat kasusnya. Diakui Novel,  awalnya ia  tidak percaya informasi itu.

Namun, setelah dua bulan kasus ini tidak terselesaikan, saya merasa informasi itu ada benarnya,” kata Novel seperti yang terlansir di Time. Novel bercerita, kejadian penyiraman air keras adalah ancaman keenam yang pernah diterimanya sejak bekerja menjadi penyidik KPK. Namun Novel menegaskan, dia tidak akan takut.

Penyerangan terhadap Novel terjadi pada 11 April 2017, sekitar pukul 05.00 WIB. Ketika itu, Novel sedang berjalan kaki pulang ke rumah setelah salat subuh berjemaah di Masjid Jami’ Al-Ihsan, yang lokasinya berjarak sekitar 50 meter dari rumahnya.

Novel mendengar suara motor memelan, di sebelah kanannya. “Novel sempat mengira pengemudi motor itu ingin menyapa, makanya ia menoleh ke kanan,” kata Taufik Baswedan, adik Novel, saat menceritakan peristiwa itu.

Novel melihat dua orang naik motor berboncengan. Dalam sekejap, salah satunya melemparkan cairan di dalam cangkir berwarna hijau. Saat melihat gelagat pelaku hendak melakukan sesuatu, Novel sebetulnya sempat menghindar, tapi ia tetap kena cairan itu. Gerakan menghindar itu membuat sendalnya terlepas.

Seketika setelah disiram, Novel melepas gamisnya. Novel kemudian berlari, namun sempat menabrak pohon nangka sehingga di wajahnya ada bekas luka. Dia berteriak minta tolong. Ketika ini terjadi, dua pelaku itu sudah tak terlihat. Novel kembali ke area masjid dan langsung menuju tempat wudhu. Ia membasuh mukanya.

Novel terus-menerus berteriak meminta tolong, oleh warga  membawa Novel ke Rumah Sakit Mitra Kelapa Gading. Sehari setelahnya, Novel diterbangkan ke Singapura. Hingga hari ini, Novel masih berada di Singapura. Hingga kini Mabes Polri belum memberikan klarifikasi dugaan keterlibatan oknum jenderal polisi pada kasus Novel Baswedan.

Liputan  : Noor Lapong       | Editor : Akbar Karca

Komentar

News Feed