oleh

Tak tersentuh Kegiatan Fogging, Warga Desa Balirejo Sorot Kinerja Dinkes

MATARAKAYAT_LUTIM – Warga Balirejo Angkona pertanyakan anggaran penyomprotan nyamuk demam berdarah (DBD) atau fogging.

Pasalnya, Desa Balirejo kecamatan Angkona sejak puluhan tahun lalu sampai saat ini belum pernah mendapatkan pelayanan penyemprotan DBD dari Dinas kesehatan Luwu Timur untuk mencegah penularan Demam Berdarah akibat gigitan Nyamuk.

Sementara itu, Pemda tiap tahunnya menggelontorkan anggaran Penyemprotan (Fogging), ini di ungkapkan Agus warga Balirejo, Kecamatan Angkona kepada Najamuddin Anggota DPRD Lutim saat menggelar temu konstituen atau Reses perseorangan, pada sabtu (17/06/17) kemarin, di Balai Desa Balirejo.

“Tiap tahunnya di Desa kami pak’ angka untuk korban DBD sangat tinggi bahkan 2 tahun lalu, 1 warga kami meninggal dunia akibat terserang DBD,” ujar Agus dengan nada kesal sembari pertanyakan anggaran fogging di Dinas kesehatan Luwu Timur.

Dikatakannya pula, tolong pak’ Dewan sampaikan keluhan kami pada Bupati Luwu Timur,”mengapa Desa Balirejo dianak tirikan dari Dinkes pak’ ini menyangkut kesehatan masyarakat,” keluhnya.

Menanggapi keluhan tersebut, wakil rakyat dari fraksi golkar, Najamuddin berjanji akan menyampaikan keluhan ini pada Dinas kesehatan.

“Insya Allah, keluhan bapak menjadi protitas saya, hal ini tidak bisa di biarkan, pasalnya tiap tahun di anggarkan kok’ masih ada wilayah seperti Desa ini tak tersentuh kegiatan fogging,”tandas Najamuddin.

Lanjutnya, ini lah gunanya reses perorangan di lakukan, agar apa yang kami tidak tahu menjadi lebih tahu, dengan tujuan menyerap aspirasi warga untuk menjadi pertimbangan pada pembahasan anggaran, kuncinya.

Penulis: Zhakral | Editor: Akbar Karca.

Komentar

News Feed