oleh

Warga Keluhkan Pelayanan PKM Masamba, Kepala Puskesmas Dinilai “Makuttu”

MATARAKYAT_LUTRA – Sebuah instasi pemerintahan yang bertugas memberikan pelayanan yang baik kepada publik dan masyarakat, haruslah benar benar memiliki komitmen dan pendirian dalam merealisasikan setiap program dan kegiatan, yang dicanangkan oleh pemerintah, sesuai dengan undang undang dasar 1945 dengan tidak merugikan masyarakat yang seharusnya menjadi prioritas.

Namun hal tersebut justru tidak dijadikan acuan oleh salah satu instansi pelayanan publik dikabupaten Luwu Utara untuk memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat yang menjadi prioritas. Diantaranya, UPTD Puskesmas Masamba, Kecamatan Masamba, kabupaten Luwu Utara yang diduga tidak maksimal dalam melakukan pelayanan dan kinerja.

Hal tersebut terbukti dengan banyaknya masyarakat yang melakukan komplain dan keluhan kepada Puskesmas UPTD Masamba, dalam merealisasikan setiap instruksi dan program yang selalu digaung gaungkan oleh Pemda Kabupaten Luwu Utara.

Keluhan masyarakat tersebut dipicu lantaran tidak efektifitasnya para petugas Medis Puskesmas Masamba dalam bekerja dan memberikan pelayanan.

Menurut salah seorang
warga Masamba ber’inisial DS yang tidak ingin disebutkan namanya ,mengatakan
Bahwa jika dirinya datang berobat kepuskesmas, pihak medis selalu mempersulit dirinya dan lamban dalam memberikan pelayanan, bahkan menurut DS lambatnya pelayanan tersebut ditengarai tidak adanya para tenaga medis yang siap di depan loket untuk melayani pasien, yang memang sudah seharusnya menjadi tugas pokoknya sebagai seorang tenaga medis.

“Kita kalau datangki disuruhki kesana kesini, baru tidak jelas, barumi tidak ada juga perawatnya yang siap diloket untuk kita tempati bicara” terang DS dengan dealek hasnya.

Disamping itu, DS juga mengatakan bahwa terkadang akibat dari tidak sigapnya dan tidak maksimalnya pelayanan, menyebabkan banyak pasien yang terbengkalai dengan antrian yang panjang.

“Antrianya panjang, karna lambat cara kerjanya, kalau bertanyaki nabilangji tunggumiki, giliran ditunggui tidak dipanggil-panggiljiki, sampai berjam jamki menunggu” ungkapnya.

Namun, yang paling disayangkan DS adalah Kepala Puskesmas yang semestinya ikut memberikan pelayanan dan bekerja sesuai yang diamanatkan oleh UUD 1945, justru “Makkuttu”, alias tidak pernah masuk kantor, menurut DS setiap dirinya ingin menyampaikan keluhan, atas pelayanan yang di rasakannya tidak maksimal, ruangan pimpinan Puskesmas selalu kosong.

“Mauki juga komplain bagaimana, sedangkan pimpinannya tidak ada, susah karna jarangi masuk, kalau saya tanya security, mana pimpinannya, nabilang tidak masuk’i,” cetus DS.

Nafisah kiramang saat ditemui diruangannya, membantah isu bahwa pelayanan di Puskesmas yang dinahkodainya dengan lama masih seumuran jagung tersebut, tidak efektif dan tidak maksimal. dirinya mengatakan bahwa selama ini pelayanan di Puskesmas yang dipimpinaya tersebut baik baik saja dan selalu aktif dalam pelayanan, katanya, selasa (20/06/17).

“Tidak ada masalah pak, kita sudah lakukan semunya sesuai prosedur, pelayanan kitapun maksimal, didepan sana itu ada staf yang selalu siap memberikan pelayanan, kalau ada yang bilang tidak maksimal, saya kira itu tidak betul,” terang Nafisah.

Sementara itu terkait tudingan bahwa dirinya jarang masuk kantor, Nafisah mengatakan, sebelumnya dirinya sempat mengalami jatuh sakit dan harus mendapatkan perawatan dirumah sakit selama beberapa lama, menurut Nafisah, hal tersebutlah yang menyebabkan dan menjadi alasan dirinya jarang masuk kantor.

” kemarin saya sakit beberapa lama, dan harus dioperasi makanya saya tidak masuk, tapi ketidak masukan saya kekantor tidak mesti dijadikan alasan susah menyampaikan keluhan karna kita ada staf yang siap, karna kita tidak pernah kosong, kita selalu siap melayani, tutup Nafisah.

Penulis: Rama | Editor: Zhakral.

Komentar

News Feed