oleh

Kadis Perizinan Lutra Tongkrongi Staf di Teras Kantor

-Daerah-1.153 views

MATARAKYAT_LUTRA – Untuk memaksimalkan pelayanan terhadap masyarakat dalam hal pengurusan izin, Kadis Perizinan Kabupaten Luwu Utara, nongkrong di teras kantor untuk memantau aktivitas staf.

Di temui di waktu aktivitasnya, Ahmad Yani mengatakan, nongkrong di sini tidak ada maksud lain, selain memantau aktivitas staf dalam hal pelayanan terhadap masyrakat, ungkapnya kepada Matarakyatmu.com, rabu (21/06/17).

Menurutnya, saya tidak enak duduk di dalam ruangan kerja, sementara saya tidak tahu seperti apa proses yang terjadi, apakah sudah bejalan maksimal atau tidak, yang penting terpenting adalah masyarakat yang datang di sini semua terlayani, ujarnya.

“Saya tidak mau jika masyarakat terlayani karena kebetulan kenal dengan staf saya atau dia membayar, makanya itu yang tidak saya inginkan jadi semua pelayanan harus berjalan apa adanya,” tutur Ahmad.

Lanjutnya, tidak ada masyarakat tidak terlayani sepanjang keinginannya bersarat sesuai dengan Administrasi dan teknis,”kalau seperti itu tidak ada yang bisa menghalangi dan apa yang di inginkan masyarakat harus di berikan sama dia,” katanya.

Di katakan Ahmad, saya di angkat tanggal 1 januari 2017, di lantik 32 Desember 2017. Olehnya, mulai saat itu saya melayani masyarakat di luar tepat depan pintu kantor, karena saya tahu di perizinan itu berhubungan langsung dengan masyarakat.

Makanya, saya tidak mau ada kesan bahwa pelayanan tidak berjalan, makanya dengan kondisi itu saya tidak mau ada imets di masyarakat bahwa pelayanan di sini tidak berjalan bagus, cenderung pilih kasih dan di layani karena keluarga atau nanti kalau ada uang,”imets itu yang tidak saya inginkan,”paparnya.

Masih di katakannya, yang saya inginkan itu, semua masyarakat yang datang di sini di berikan pelayanan yang sama dan di berikan apa yang mereka inginkan.Kecuali, yang di inginkan tidak bersyarat secarah admistrasi dan teknis itu apa pun yang mereka lakukan meski memanggil pejabat lain, saya tidak akan berikan, tandasnya.

Selama saya di luar berkantor, terserah mereka mau menilai saya. Yang jelas, keberadaan saya di sini, tidak memberikan pelayanan terbaik ke masyarakat sama saja tidak ada artinya, ketusnya.

Di mana-mana saya sebarkan spanduk dan berani bertarung pesan-pesan moral yang saya sampaikan, kalau ada hal-hal yang tidak sesuai dengan keinginan masyarakat, maka sampaikan sama kami, pintanya.

“Karena prinsip saya, kalau kita tidak sampaikan ketidak baikan di kantor itu, maka tidak bisa diberantas buruknya pelayanan,” ucapnya.

Lebih jauh ia menjelaskan, IMB selama ini, orang membayar 1 sampai 2 kali. Sekarang kalau ada orang yang urus IMB lebih dari 1 kali atau 1 minggu tidak di terbitkan maka sampaikan sama saya.

Ketika batas pembayar IMB tidak menentu, dikarenakan pengaruh banyak hal, tentunya IMB di hitung dari luas bangunan, makin luas bangunan makin tinggi bayarannya.

Ini di sebabkan terhitung berdasarkan area yang di tempati dan kemudian di peruntukkan untuk apa,”kalau dia rumah tinggal itu agak murah di bandingkan bangunan usaha seperti toko dan gudang ini tidak bisa di tentukan bayarannya,” terangnya.

Di rincikan, pada perhitungannya ini yaitu, luas bangunan dikalikan dengan efisien yakni 0,275 kemudian dikali dengan harga 20.000 itu lah nilainya. Jadi saya tidak bisa sebutkan bahwa begini harganya karena tergantung luas bangunannya,” kuncinya.

Penulis: Rama | Editor: Zhakral.

Komentar

News Feed