oleh

Penyidikan Dugaan Kasus Proyek Rabat Beton di Matano Molor

-Daerah-1.285 views

MATARAKAYAT_LUTIM – Dugaan kasus proyek rabat beton di Desa Matano, Kecamatan Nuha, Luwu Timur, kini masih tengah bergulir di Polres Luwu Timur.

Untuk menghitum besaran kerugian Negara maka polres Lutim akan menurunkan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

Sebelumya penyidik Satreskrim Polres Lutim sudah memeriksa sejumlah saksi terkait proyek tersebut diantaranya, Kadis Tarkim, PPK, bendahara, dan rekanan.

Namun saat ini proses penyidikan kasus tersebut di kabarkan molor, hal ini di sebabkan waktu yang mepet.

“BPKP mengundurkan perubahaan jadwal akibat waktu yang mepet,” ungkap Kapolres Lutim, AKBP Parojahan Simanjuntak kepada awak media, kamis (22/6/2017).

Menurutnya kata Parojahan, BPKP akan turun sebelum lebaran, tetapi melihat waktu yang cukup mepet, sehingga dijadwalkan akan turun setelah lebaran, ujarnya.

Lanjutnya, setelah pemeriksaan kerugian negara selesai, nantinya akan dilanjutkan gelar perkara di Polda Sulawesi Selatan, dalam rangka penentuan tersangka,ā€¯beber perwira dua bunga ini.

“Namun kasus ini sudah tahap penyidikan, tunggu saja nanti hasilnya,” tutupnya.

Penulis: Zhakral | Editor: Akbar Karca.

Komentar

News Feed