oleh

Komunitas Antik Edarkan Uang Palsu

MATARAKYAT_MAJENE – Bermula dari hobi mengurus barang antik, lelaki Andi Ansar (61) kemudian berhasil membuat uang palsu (Upal) melalui mesin cetak yang dia rakit sendiri dan memberikan Upal hasil cetakannya itu kepada komunitas pecinta antik untuk diedarkan.

“Kami bertemu dengan mereka (pengedar Upal red) bermula dari sesama pecinta barang antik,” sebut lelaki bergelar BSC ini dihadapan sejumlah awak media saat jumpa pers Kapolres Majene AKBP Asri Efendi, S.Ik di Mapolres Majene, Jum’at (23/6).

Tak tanggung-tanggung, cukup banyak Upal yang sempat beredar di wilayah Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan dan Sulawesi tengah. “Sudah banyak yang saya cetak dan jumlahnya mencapai rarusan juta rupiah,” ujar Anshar.

Sementara, Kapolres Majene, AKBP Asri Efendi, mengatakan penangkapan dilakukan jajarannya pada Selasa 13 Juni 2017 sekitara pukul 18.30 wita, di Lingk Labuang Kel Mosso, Kec Sendana, Kab Majene.

Salah seorang anggota Polsek Sendana Bripda Muh Nirwan menyamar sebagai lelaki Ramli untuk bertransaksi beli uang rupiah palsu dengan seorang perempuan bernama Hasria Hamid alias Ca’na. Setibanya, di tempat kejadian perkara (TKP), Bripda Muh Nirwan kemudian bertransaksi di atas mobil miliknya.

Hasria Hamid tak dapat berkelit, lantaran usai transaksi, Bripda Muh Nirwan langsung mengaku bahwa dirinya adalah anggota Polisi yang menyamar. Saat itu juga Hasria Hamid digelandang ke Mapolsek sendana lalu kemudian diteruskan ke Polres Majene untuk dimintai keterangan lebih lanjut.  Dalam pengembangannya, Hasria Hamid mengaku, bahwa uang rupiah palsu yang dimilikinya dia peroleh dari H Andi Wardi alias Puang Dato melalui Gazali alias Papa Jirana.

Buser Polres Majene segera melakukan penangkapan terhadap keduanya pada lokasi berbeda yaitu, H Andi Wardi alias Puang Dato ditangkap di Desa Tammangalle Kec Balanipa Kab Polman Sulbar dan Gazali ditangkap di Lingk Galung Kel Banggae Kec Banggae Timur Kab Majene.

Dihadapan penyidik, H Andi Wardi alias Puang Dato mengaku, bahwa uang rupiah palsu dia peroleh dari lelaki Andi Ansar. Tak membuang waktu, jajaran Polres Majene segera memburu Andi Ansar. Lelaki paruh baya ini berhasil ditangkap tanpa perlawanan di Lingk To’burung Kel To’burung Kec Bara Kota Palopo Sulawesi Selatan.

Dari tangan para tersangka, polisi berhasil mengamankan, 17 lembar pecahan Rp50 ribu, 371 lembar uang pecahan Rp100 ribu, 5 buah handphone berbagai merek, 71 lembar uang Euro Eyrα pecahan €1.000.000, 99 lembar uang Euro pecahan €1.000.000, 1 unit printer, 2 meja kayu, 1 unit mesin scanner, 4 buah tinta sablon, 5 botol tinta print, 5 buah screen sablon, 8 ball uang Brasil, 1 buah besi press, 2 buku tabungan, 1 kartu ATM dan 7 ikat uang Brasil.

“Mereka kami jerat dengan pasal 36 ayat (2) dan (3) Jo pasal 26 ayat (2) dan (3) UU No. 7 tahun 2011 tentang mata uang dan atau pasal 244 dan 245 Jo pasal 55 ayat (1) ke (1) KUH. Pidana dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara dan denda paling banyak Rp50 miliar.” urai Asri Efendi.

Disinggun soal jenis mata uang Euro dan Barasil yang berhasil disita apakah palsu atau tidak, AKBP Asri Efendi mengatakan, pihaknya masih akan memeriksa keaslian jenis mata uang luar negeri itu. “Kami akan memeriksanya lebih jauh,” kata Asri Efendi.

Dia berharap agar masyarakat berhati-hati dalam bertransaksi selama jelang Idhul Fitry ini karena pada momentum seperti sekarang banyak beredar uang palsu. “Jangan lupa memeriksa secara seksama uang yang diterima oleh masyarakat,” himbau Asri Efendi. (fajar soenoe)

Liputan : Fajar Soenoe  |   Editor : Akbar Karca

Komentar

News Feed