oleh

Ustadz ini Dilarang Berdakwah di Pare-Pare, Kok Bisa? Wawali Bilang Begini

MATARAKYAT_PARE-PARE – Isu tak sedap menerpa Ustadz Fuad LC warga kecamatan Ujung Kota Pare-Pare. Pasalnya, dirinya di larang ceramah, lantaran ia menyiarkan agama islam berbau politik serta melarang Masyarakat melaksnakan Ibadah Sholat Isya lalu Tarwih di lapangan Andi Makassau.

Atas kejadian ini, Wakil Walikota Pare-Pare Faisal Andi Sapada, turut perihatin hingga mengunjungi di kediamannya, senin (26/06) kemarin.

Dengan tujuan mendengar langsung seputaran persoalan ini.

Faisal Andi Sapada mengatakan, saya turut terpanggil melihat ini, Beliau memiliki alasan yang kuat berdasarkan Al-quran dan Hadist, dan kami mengapresiasi keteguhan dan keberanian Ustadz Fuad dalam menyiarkan Islam, ungkap Faisal.

Bagi Faisal, pencabutan jadwal ceramah terkait pemberitaan yang muncul, itu sama sekali tidak ada kaitannya. “Kalau memang meresahkan tolong diberikan ruang klarifikasi kepada beliau, atau ditegur, tidak enak seperti ini, justru muncul penekanan terhadap ulama dalam penyiaran Agama, dimana agama itu adalah kebenaran,” terang dia.

FAS juga menjelaskan, kehadirannya ke rumah Ustadz Fuad semata-mata memberikan suport dan dorongan untuk tetap menyiarkan islam dengan baik dan benar. “Kalau dibilangi lagi politis, itu tidak ada hubungannya, dan baru juga kenalan saat tiba di rumah Beliau, kehadiran saya merasa kasihan, justru saya balik bertanya kenapa agama juga dimasukkan dalam areal Politik,” terangnya.

Sementara itu, Ustadz Fuad mengucapkan rasa terima kasih atas dukungan kepada Dia. “Beliau hadir guna mendengar apa permasalahan yang terjadi, dan beliau memposisikan dirinya sebagai bapak daerah,” ujarnya.

Ia mengklarifikasikan bahwa, pasca ceramah yang dianggap meresahkan masyarakat terkait konten ceramah yang melarang Masyarakat melaksnakan Ibadah Sholat Isya lalu Tarwih di lapangan Andi Makassau.

“Kebetulan saya 4 tahun di Mesir dan dua tahun di Arab Saudi mengali ilmu Islam dengan mengkaji Alquran dan Hadist sehingga pegangan saya adanya surah At Taubah ayat 18, dimana fakta dilapangan bertentangan dengan itu,” bebernya.

“Saat ini masih ada yang undang beberapa Masjid yang berani, soal jadwal ceramah itu tidak masalah, karena yang kami perjuangan adalah kebenaran,” pungkas Fuad.

Di ketahui, pasca dicabutnya sejumlah Jadwal Ceramah, Fuad kini tampak fokus menulis Tafsir Alquran dan menjalankan TPA miliknya.

Penulis: Ruslan | Editor: Zhakral.

Komentar

News Feed