oleh

Belanjakan Dana Desa Untuk Travo Listrik, Warga Balambano Soroti Kades

MATARAKYAT_LUTIM – Diduga dana Desa tahun 2016 di peruntukkan untuk pembelanjaan taravo listrik 50 KVA satu unit, oleh Kepala Desa Balambano Herullah, Kecamatan Wasuponda, Kabupaten Luwu Timur, di sorot sejumlah warga.

Informasi yang di himpun, pembelanjaan tersebut di peruntukkan bagi warga Dusun Cinta Damai, yang di ketahui wilayah tersebut sampai saat ini tidak memiliki penerangan listrik.

Selain itu, menjadi sorotan yang di nilai sejumlah warga yakni, ada nya laporan pertanggung jawaban dana Desa tahun 2016 di nilai fiktip yaitu, item pembelanjaan terkait pengadaan travo. Antara lain, perlengkapan kabel satu set.
Namun faktanya, menurut warga yang enggan di publikasikan namanya mengatakan bahwa, jauh sebelumnya laporan pertanggung jawaban tersebut kabel ini sudah ada di wilayah Cinta Damai.

“Kabel ini jauh sebelumnya sudah ada, kok’ di laporan pertanggung jawaban dana Desa tahun kemarin di tuangkan,”ungkapnya kepada Matarakyatmu.com, rabu (28/6).

Lanjutnya, kok’ tanggung jawab PLN pemerintah Desa yang menanggulangi pengadaannya,”saat kami konfirmasi pihak PLN Wasuponda, hal ini mereka tidak ketahui,”katanya.

Katanya, saat ini jaringan listrik di wilayah tersebut sudah berfungsi yang sebelumnya di kerjakan oleh PT Duppa Wangi.

“Saya heran pak’ pada saat musrembang kemarin, pembelanjaan ini tidak tertuang pada usulan musrembang, kok’ tiba-tiba hal ini tertuang di dalam laporan pertanggung jawaban dana Desa tahun kemarin,” bebernya.

Menurutnya, kami sudah pertanyakan ke Kepala Desa, kenapa pembelanjaan itu masyarakat tidak ketahui, tetapi kepala Desa mengatakan, tidak perlu warga mengetahui hal ini, tutupnya, kutip bahasa Kades Balambano.

Di ketahui, rincian anggaran pembelanjaan tersebut yakni,

1. Travo 50 KVA 1 unit, Rp 101.636.000.
2. Perlengkapan kabel 1 set, Rp 17 juta.
3. Tiang 11 M (3 buah), Rp 15 juta.

Total: Rp 133.635.000.

Hingga berita ini di turunkan, saat awak media menghubungi Kades Balambano melalui Via telepon genggamnya sebanyak dua kali, namun tak di angkat, di lanjut kan untuk di hubungi guna meminta tanggapannya, nomor yang sama sedang tidak aktif.

Penulis: Zhakral | Editor: Akbar Karca.

Komentar

News Feed