oleh

Tiga Sketsa Pelaku Dibuat Polisi, Kasus Novel Baswedan Tetap Ditelisik

MATARAKYAT_JAKARTA,– Kasus teror yang dialamatkan ke penyedik senior KPK Novel Baswedan tetap diselimuti kabut tebal penyelesaian kasusnya. Setelah dituding ada pemain dibalik layar hingga “Lalot”nya penyelidikan giliran kepolisia mengancam untuk menyebut siapa oknum jenderal dimaksud.

Kini, dua bulan usai kasus ini terjadi dan Novel Baswedan terbaring di Singapore General Hospital. Dari tempat perawatan di Singapura, Novel berkeluh kesah terkait perkembangan pengusutan kasus penyiraman air keras kepadanya. “Mereka (polisi) tidak tertarisk,” ujar Novel Baswedan seperti yang dilansir kumparan.com. Perkataan Novel itu merujuk pada keterangan dia sebelumnya yang mengaku mendapat informasi adanya keterlibatan oknum jenderal polisi di kasusnya.

Novel awalnya tidak percaya, namun setelah dua bulan kasusnya tidak terungkap, Novel merasa ada kemungkinan informasi itu benar. Penyataan Novel memantik respon kepolisian lalu  meminta Novel menyebut siapa oknum jenderal tersebut. Bahkan polisi mengingatkan akan ada konsekuensi hukum bila Novel tidak punya bukti keterlibatan oknum jenderal.

Pernyataan bernada ancaman ini menjadikan Novel heran dengan pernyataan pihak kepolisian. “Kalau dia bukan penegak hukum, boleh dia berkata begitu. Tapi dia penegak hukum. Pernyataan itu menunjukkan dia tidak paham tugasnya,” kata Novel.

Hingga saat ini, Polda Metro Jaya menjelaskan jika pihaknya telah bekerja maksimal dan telah mengidentifikasi wajah penyiram air keras melalui gambar. Polda Metro Jaya masih mencari penyiram air keras ke wajah penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi, Novel Baswedan. Wajah penyiram mulai terindentifikasi berdasarkan keterangan saksi yang melihat kejadian.

Hasil sketsa tersebut akan segera dikonfrontasikan dengan saksi dari kasus ini. Ada tiga sketsa wajah yang dibuat berdasarkan keterangan saksi di TKP . “Ya kita kan memeriksa berdasarkan keterangan saksi, bukan berdasarkan dari penyidik. Sesuai dengan apa yang dilihat oleh saksi,” ujar Argo.

Novel disiram oleh 2 orang tidak dikenal menggunakan air keras pada 11 April lalu. Dia disiram setelah melaksanakan salat subuh di masjid di lingkungan rumahnya di daerah Kelapa Gading, Jakarta Utara. Polisi sempat mengamankan beberapa orang yang diduga terlibat dalam kasus Novel. Namun, semuanya dilepaskan karena mereka tidak berkaitan dengan kasus ini.

 Liputan  :  Risal Mujur     | Editor : Olive

 

Komentar

News Feed