oleh

Polisi Didesak Tangkap Otak Penyiram Air Keras ke Novel Baswedan

MATARAKYAT_JAKARTA – Polisi didesak segera menagkap pelaku penyiraman air keras kepada penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan. Novel merupakan, penyidik KPK yang menangani dugaan perkara korupsi pengadaan Kartu Tanda Penduduk elektronik (e-KTP).

Tindakan kekerasan tehadap Novel juga berulangkali dilakukan, meski tidak pernah disampaikan kepada publik. Upaya mencelakai Novel Baswedan, dalam bentuk bermacam-macam  mulai penabrakan dan saat Ini yang paling mengerikan, menyiram air keras.

Akibat tindakan keji itu, Novel Baswedan sekarang dirawat di rumah sakit secara intensif. Sementara kasus ini terus menjadi buah bibir dan menyudutkan lembaga kepolisian dalam mengejar pelaku penyiraman air keras kepada Novel Baswedan . Seharusnya bukan pekerjaan sulit bagi kepolisian jika ada keseriusan untuk mengungkap pelaku tersebut.

Kini, polisi telah mengamankan seorang pria bernama Miko Panji Tyrtayasa. Kapolri Jenderal Tito Karnavian menyatakan, Miko Panji Tirtayasa dengan latar belakang masalah dengan penyidik KPK Novel Baswedan, masuk dalam bagian kelompok yang berpotensi melakukan penyiraman air keras.

Dugaan ini berdasarkan penyelidikan sementara, termasuk dugaan motif sakit hati sebagaimana pengakuan Miko dalam video yang dibuat dan diviralkannya. “Jadi, kami melihat bahwa dari sudut pandang kasus penyiraman, bahwa ini kelompok yang potensial untuk menyerang.

Di samping itu, kami tentunya mengklarifikasi keterangan yang bersangkutan di media sosial, dan itu juga kami sudah berkoordinasi dengan Ketua KPK,” ujar Tito Karnavian saat berada di PTIK Jakarta, belum lama ini. Tito menceritakan, diamankannya Miko adalah hasil penyelidikan secara deduktif yang merujuk pada motif pelaku menyerang korban,di antaranya dengan melakukan pencarian data atau informasi kasus-kasus yang pernah ditangani Novel.

Dan pada beberapa waktu lalu beredar video berisi seorang pria mengaku bernama Miko Panji Tirtayasa, keponakan Muhtar Efendi. Di video tersebut, Miko mengaku terpaksa memberikan keterangan bohong di proses penyidikan KPK dan persidangan kasua suap Akil Mochtar, karena ancaman Novel Baswedan dkk, dan dibayar dengan transfer dana dari pihak KPK dan pihak lain.

Ia juga mengaku kesaksiannya soal penyerahan uang telah membuat Akil Mochtar dan pamannya, Muhtar Efendi, divonis bersalah dan dihukum pidana penjara.Kini, polisi terus mengejar pelaku dan menantang Novel Baswedan untuk menyebut siapa jenderal dibalik kasus teror yang membuat dirinya terus menjalani perawatan instensif di Singapura. Mampukah Polri membongkar kasus ini?

Liputan : Isio Libran     | Editor   : Olive

Komentar

News Feed