oleh

Dana Retensi Tidak Cair, Rekanan di Lutra Soroti Pemda

MATARAKYAT_LUTRA – Sejumlah rekanan atau kontraktor proyek di Kabupaten Luwu Utara mempertanyakan sikap pemerintah Daerah dalam pembayaran dana retensi sebesar 5% yang bersumber dari anggaran pendapatan belanja daerah (APBD) yang notabenenya sampai saat ini dana tersebut tak kunjung cair.

Hal ini di katakan salah satu rekanan, Pong Indri, sekaligus menyikapi atas banyaknya keluhan dari rekan sejawatnya.

Menurutnya, dari semua kegiatan di tahun 2016 sudah habis masa pemeliharaannya. Maka dari itu, tidak ada alasan bagi pemerintah untuk tidak membayar retensi rekanan,” ungkap Pong Indri kepada Matarakyatmu.com, selasa (04/07/17).

Lanjutnya, yang menjadi pertanyaan di kemanakan uang retensi tersebut. Soalnya, pada pengesahan anggaran pokok 2016 yang lalu, semua di anggarkan 100% bukan 95%,” Lalu kenapa ada pemotongan anggaran 5%,” bebernya.

Pada saat itu kata Indri, anehnya retensi itu tidak tertuang lagi dalam APBD Pokok 2017 dalam utang pembiayaan Daerah.

Ini juga kelemahan Eksekutif dalam hal tersebut, karena tidak menganggarkannya di tahun berikutnya, terus kami mau menagih sama siapa.” Inikah yang di maksud dengan kesejahteraan rakyat,” ujarnya.

Masih dikatakannya, kami kemana lagi akan mengaduh, sedangkan di Daerah lain seperti, Kabupaten Tana Toraja utang Daerah yakni, DAK/DAU dana retensi ini semua sudah terbayarkan, katanya.

“Apakah kita tidak malu dengan Daerah tersebut yang hanya mendapat WDP tahun ini, sedangkan di Daerah kita Kabupaten Luwu Utara yang mendapatkan WTP tetapi tidak bisa membayar utang Daerah yakni dana retensi,” ketusnya.

Di tambahkannya, kenapa kami tidak di bayarkan pada saat perubahaan anggaran 2017, terus bagaimana kerugian rekanan selama ini, pernah kah pemerintah Kabupaten Luwu Utara menyatakan atau menyampaikan ke media agar publik tahu bahwa pemerintah mempunyai utang kepada rekanan. Dalam hal ini, Indah Putri Indriani selaku Bupati Luwu Utara atau yang berwenang untuk menyampaikan kemasyarakat,” tutup Pong Indri.

Liputan: Rama | Editor: Zhakral.

Komentar

News Feed