oleh

Heboh, Remaja 16 Tahun di Oku Nikahi Nenek 71 Tahun

-Daerah-1.464 views

MATARAKYAT_OKU – Warga Kabupaten Komering Ulu (OKU) tepatnya di Desa Karang Endah, Kecamatan Lengkiti, di hebohkan persoalan asmara kedua pasangan yang terpaut jauh usia yakni, Slamet Riyadi (16) dan rohaya (71).

Di kabarkan, keduanya benar-benar sudah digelapkan cinta yang tumbuh di hati. Pasalnya, keduanya akan bunuh diri ketika tidak disetujui untuk menikah, hal ini di ungkapkan Kades Karang Endah, Cik Ani alias Ujang, selasa (04/07)

“Saya didatangi Kepala Dusun 1 Pak Amsal dan Ketua RT 01 Pak Siswoyo menceritakan warganya  seorang remaja dan nenek-nenek mau menikah. Kalau tidak menikah keduanya mengancam akan bunuh diri dengan minum racun rumput. Wah, ini gawat kata saya kepada Pak Kadus dan Pak RT,” cerita Ujang.

Kades, Ujang pun berinisiatip mencari keluarga nenek Rohaya, baik saudaranya maupun anak-anaknya. Tujuannya, memberitahu perihal drama asmara antara Slamet dan nenek Rohaya.

Ujang pun kemudian bertemu dengan kakak dari nenek Rohaya yakni Rauf. Kepada Rauf, Ujang menjelaskan apa yang direncakan Slamet dan nenek Rohaya untuk menikah.

“Kakaknya tidak mau menikahkan adiknya Rohaya. Kalau pun tetap dilaksanakan dia setuju dipersilahkan kami perangkat desa yang menyelenggarakan dengan syarat jangan digelar di Balai Desa karena akan ramai,” imbuhnya.

Akhirnya Kades Ujang menyanggupi untuk menghelat perniakahan bujang belia dan nenek 71 tahun ini. Karena si nenek dari keluarga tak mampu dan Slamet juga hanya tinggal dengan orang tua angkat, Ujang akhirnya membantu biaya pribadi agar pernikahan bisa dilaksanakan.

“Tadinya kita jadwalkan Jumat lalu (30/6) untuk akad nikah sekalian resepsi kecil-kecilan. Tapi karena saya banyak pekerjaan maka diundur Minggu malam. Alhamdulillah acara berjalan lancar,” tambah Ujang.

Pernikahan tersebut menurut dia untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan terjadi di desa yang dipimpinnya. Apalagi dari laporan Kadus I dan Ketua RT 1 Desa Karang Endah, keduanya memilih mau bunuh diri kalau tidak disetujui menikah.

Prosesi pernikahan dipimpin penghulu Ibnu Hajar yang merupakan mantan P3N desa disini. Slamet sendiri memberikan mas kawin kepada wanita pujaan hatinya berupa uang tunai Rp 200 ribu.

Liputan: * | Editor: Zhakral.

Komentar

News Feed