oleh

Cabuli Bocah 8 Tahun, Pelaku dicokok Polisi

MATARAKYAT_LUTIM – Kasus kekerasan seksual terhadap anak di bawah umur di Kabupaten Luwu Timur kembali terjadi, hal ini terbukti saat Satreskrim Polres Lutim berhasil mencokok Hendrik Kendek Allo (48) tersangka pelaku pencabulan terhadap bocah berinisial HI (8).

Informasi yang di himpun, pelaku merupakan warga Dusun Tengkosituru, Desa Tarabbi, Kecamatan Malili Lutim, sementara korban juga satu alamat dengan pelaku.

Di ketahui, untuk memuaskan hasratnya, korban di bujuk dengan memberikan uang, kejadian ini terjadi di rumah pelaku, Kamis 29 juni 2017 sekitar pukul 14.00 wita.

Atas laporan kejadian ini, penyidik Reskrim Polres Lutim melakukan pemeriksaan saksi-saksi sekaligus membawa korban ke Puskesmas Malili untuk memastikan perbuatan tak senonoh yang di lakukan Hendrik.

Terbukti, dari hasil pemeriksaan Dokter, tampak kemerahan pada bagian dalam vagina, selaput darah tidak utuh sekaligus tampak robekan vertikal.

Sebulan kejadian tersebut, pelaku yang di nyatakan kabur, Polisi berhasil mencokok Hendrik, berdasarkan sprint penangkapan no: 52 /VII/2017/reskrim tgl 5 juli 2017, di Desa Tarengge, Kecamatan Wotu Lutim, rabu 05 juli 2017 sekitar pukul 17.30 wita, hal ini di jelaskan Iptu Akbar Andi Malloroang selaku Kasat Reskrim Polres Lutim kepada asam media, kamis (06/07/17).

Lanjutnya, usai penangkapan, dilakukan gelar perkara ditemukan alat bukti yang cukup. Bahwa, Hendrik Kendek Allo telah melakukan perbuatan cabul terhadap HI sehingga kasus Hendrik ditingkatkan menjadi tersangka, ungkap Akbar.

Selain itu, berdasarkan bukti permulaan yang cukup dan untuk menghindari pelaku melarikan diri, mengulangi perbuatannya maka tersangka dilakukan penahanan selama 20 hari berdasarkan sprint penahanan nomor: sp. Han/ 49 /VII’/2017/reskrim tgl 6 juni 2017, bebernya.

Atas perbuatannya kata Akbar, pelaku disangkakan pasal 81 ayat(2) sub pasal 82 ayat (1) UU no. 35 thn 2014 tentang perubahan UU No. 23 tahun 2002, tentang perlindungan anak. Dengan ancaman minimal 5 tahun penjara dan maksimal 15 tahun, kuncinya.

Liputan: Zhakral | Editor: Akbar Karca.

Komentar

News Feed