oleh

Mahasiswa Asal Lutra Kirim Surat Terbuka Ke Bupati Melalui Akun FBnya, ini Isinya

-Daerah-1.352 views

MATARAKYAT_LUTRA – Rival Pasau,Mahasiswa asal Kabupaten Luwu Utara yang saat ini menimbah ilmu di salah satu perguruan tinggi di Makassar mengirim surat terbuka kepada Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani, melalui akun Facebook pribadinya.

Ia menuliskan kritikan kepada Bupati atas kebijakan mengaktifkan kembali Kadis Pendidikan Lutra yang sebelumnya telah di non aktifkan karena terlibat dugaan kasus asusila.

Dalam tulisan tersebut, sebanyak 105 pengunjung mengomentari dan 70 menyukai.

Berikut tulisannya,

Surat Terbuka Untuk Bupati Cantik (IDP)
As. Wr. Wb. Teriring salam dan doa semoga ibu senantiasa diberi petunjuk oleh yang maha kuasa dalam mengarungi pucuk pimpinan bumi Lamaranginang.

Masih dalam nuansa Lebaran, mengawali surat ini ijinkan saya menghaturkan mohon maaf lahir dan batin atas kelancangan saya mengetik barisan huruf mengiringi kunjungan ibu kenegeri matari terbit (baca; Jepang).

Ibu Bupati yang saya hormati, dipekan perdana aktifitas pemerintahan pasca libur Lebaran, di menara kebijakan Luwu Utara yang ibu komandoi berdesir kabar kadisdik Lutra kembali berkantor.

Tentu keputusan ibu mengaktifkan kembali Kadisdik Luwu Utara setelah dinonaktifkan karena dugaan asusila adalah wewenang yang melekat diujung pena Ibu. saya juga percaya kalau Ibu telah melakukan muhasabah atas keputusan itu.

Namun keputusan itu menggerakkan jemari saya sebagai bagian kecil lapisan masyarakat Luwu Utara menuliskan barisan huruf menyoal kebijakan ibu.

Ibu bupati yang saya hormati, sadarkah ibu kalau sikap ibu itu dapat menghianati nilai luhur yang melekat pada dunia pendidikan dan visi ibu yang mengusung platfon relegius yang beralas kerifan lokal.

Sebagai bagian kecil lapisan masyarakat Luwu utara kami menghargai hasil penyidikan yang dilakukan pihak kepolisian Luwu utara. Yang membebaskan oknum Kadisdik Luwu Utara dari jerat pasal-pasal hukum positif. Walau dalam proses penyidikannya jauh dari unsur transparan.

Namun demikian Ibu tentu harus menimbang dengan bijak hasil penyidikan itu. Dugaan yang menerpa oknum kadisdik Luwu Utara bukan sebatas menyoal pasal-pasal hukum positif. Ada etika/nilai, adat istiadat dan norma keberagamaan yang ditabrak oknum bersangkutan.

Ibu bupati yang saya hormati, Ibu bisa bayangkan kalau dihulu sungai Walu-walu yang baru-baru ini (28/06/17) dilepasi pemda Lutra 3.000 bibit ikan nila sebagai program pamungkas “pencegahan banjir” tercemari limbah. Maka dapat dipastikan limbah akan menjadi virus yang merusak ekosistem sungai dari hulu sampai hilir.

Hal yang sama dapat menerpa dunia pendidikan Luwu utara, jika hulu dunia pendidikan Luwu Utara tetap dikomandoi oknum yang telah tercemari dugaan tindakan amoral. Tentu akan berefek terhadap ekosistem dan citra dunia pendidikan Luwu Utara.

Ibu Bupati yang saya hormati sampai hari ini saya masih yakin bahwa perempuan smart seperti ibu mengilhami rumusan seorang tokoh pendidikan abad ini Paulo Freire tentang tujuan akhir upaya proses pendidikan adalah memanusiakan manusia (humanisasi).

Maka tentu ibu bersepakat produk memanusiakan manusia (humanisasi) hanya dapat tumbuh subur dan lahir dari rahim moralitas.

Karena konsesnsus yang menjadi pijakan tatanan masyarakat itu telah ditabrak oknum kadisdik Luwu utara maka selayaknya jika beliau diparkir dari formasi SKPD ibu, sebagai konsekwensi logis atas tindak tanduk individu kadisdik Luwu Utara.

Ibu Bupati yang saya hormati. Kami yakin civitas dunia pendidikan Luwu Utara juga menyoal keputusan ibu. Namun suara mereka harus tersandra dan dibendung kuatnya arus kekuasaan. Mereka harus pura-pura buta atas keputusan ibu mempertahankan oknum Kadisdik Luwu Utara.

Sejujurnya jemari ini juga begitu berat menulisakan barisan huruf menyoal kebijakan ibu, sebab ini terkait dengan aib oknum kadisdik Luwu Utara yang juga rumpun keluarga kita semua.

Namun hati dan pikiran kami tak mampu pura-pura buta atas ketidakbagusan yang ibu perankan dan kontradiksi dengan visi Ibu. Jemari kami tergerak menuliskan barisan huruf menyoal kebijakan Ibu yang mencabik-cabik marwah dunia pendidikam Luwu Utara.

Ibu Bupati yang saya hormati. Pernyataan kami mungkin terkesan pahit tapi kepahitan itu harus kami sampaikan demi kebaikan daerah yang kita cintai bersama.

Demikian surat ini kami sampaikan, sekali lagi kami haturkan permohonan maaf yang sebesar-besarnya apabila ada lantunan kata yang menyayat hati kita semua.

Billahi fii sabilil haq, fastabiqul khairat
Wassalamu’alaikum warahmatullahii wabarakatuh

Hormatku,
Rival Pasau.

Liputan: Rama | Editor: Zhakral.

Komentar

News Feed