oleh

Pilih Kemanusiaan Ketimbang Karya, Jerit Pilu Sang Fotografer

MATARAKYAT_SURIAH – Perseturuan di timur tengah seakan tak pernah redam, Abdulkader Habak sibuk melakukan pekerjaannya sebagai fotografer saat sebuah bom dijatuhkan di Aleppo.

Pria yang juga seorang aktivis oposisi Suriah ini bahkan sempat terlempar oleh ledakan tersebut.

Namun, dia dengan cepat bangkit kembali dan melihat pembantaian di sekitarnya.

Alih-alih mengabadikan pemandangan mengerikan di sekitarnya, Habak memutuskan untuk meletakkan kameranya dan membantu para korban sipil yang terluka.

Korban pertama yang dilihatnya adalah dua anak kecil yang terbaring di tanah penuh luka. Anak pertama ternyata sudah meninggal dunia. Sementara yang kedua masih hidup tapi sekarat.

Habak segera mengangkat anak tersebut dan mulai berlari menuju tempat yang aman

Foto Habak yang sedang menggendong anak laki-laki itu, yang berusia sekitar tujuh tahun, menjadi viral di media sosial.

Foto tersebut dibagikan puluhan ribu kali sejak diunggah pada Sabtu kemarin ketika serangan maut itu terjadi.

“Memegang Tangan Saya dengan Kuat”

” Anak itu memegang tangan saya dengan kuat dan menatap saya,” ujar Habak, 24 tahun, kepada CNN.

Kata Habak, serangan tersebut sangat mengerikan – terutama saat melihat anak-anak mengerang dan sekarat di depan mata.

” Jadi saya bersama rekan-rekan memutuskan untuk meletakkan kamera kami dan mulai menyelamatkan korban yang terluka,” tambahnya.

Serangan tersebut menghantam rombongan warga sipil yang beberapa jam sebelumnya dievakuasi dari kota lain di Suriah yang juga dibombardir rezim pemerintah Bashar al-Assad.

Seorang saksi mengatakan seorang pria mengundang anak-anak datang ke mobilnya untuk membagikan makanan ringan.

Karena sudah dua tahun lebih hidup di bawah tekanan, anak-anak itu sangat senang dan antusia menerima bungkusan berisi aneka makanan ringan.

Namun, setelah banyak yang berkumpul di sekitar mobil tersebut, sebuah ledakan besar menghancurkan mobil itu dan anak-anak malang tersebut.

Sumber: The Telegraph.co.uk | Editor : Oliv

Komentar

News Feed