oleh

Dokumen AMDAL Tak Layak, Bangunan Nyaris Sempurna

-Daerah-1.517 views

MATARAKYAT_MAROS – Tim Ahli Analisis Dampak Lingkungan, (Amdal) Rencana pembangunan kawasan perdagangan dan jasa, Batangngase Bussines Land “Grand Mall, yang diajukan pihak PT Anugrah Sukses Lestari, dinilai masih belum layak.

Ahli Kebijakan dan Perundang Undangan Kehutanan dan Lingkungan Prof Dr. Yusran yang terlibat dalam penilaian dokumen Amdal Grand Mall Batangngase menyatakan, dokumen Amdal yang diajukan pihak Grand Mall pada Sidang Komisi  Senin lalu, dinilai masih banyak kekeliruan yang perlu dibenahi.

Hasil kajian pada dokumenya dinilai tidak jelas dan belum layak di bahas pada sidang komisikan, karena dianggap masih amburadul ,”Banyak yang perlu diperbaiki, seperti gambar letak keberadaanya tidak jelas, hitungan angka angka hasil penelitian yang buat tidak jelas serta bukti pendukungnya sehingga ahli manapun tidak akan bisa memberi penilaian dokumen ini.” kata dia

Yusran menyarankan semestinya  Komisi Lingkungan Hidup Maros, saat menerima dokumen Amdal, harus membuka dan membacanya baik – baik setelah memahami isinya, baru diajukan ke persidangan. “Kami sebagai tim ahli hanya melakukan penilaian kelayakan lingkungan, pemerintah daerah yg punya kebijakan memberikan izin lingkungan,” kata dia.

Ketua Komisi C Bidang Perizinan, Muhammad Amri Yusuf, menaruh harapan kepada Tim Ahli Amdal, untuk melakukan penilaian tegas soal layak tidaknya  Grand Mall ini diberi izin lingkungan. “Pemerintah daerah hanya menaruh harapan kepada tim ahli,  karena apapun hasil penilaianya, jangan sampai dikemudian hari ada dampak yang ditimbulkan hingga membuat beban bagi masyarakat dan pemerintah daerah”, tegas Amri.

Ia meminta pihak PT Anugrah Sukses Lestari, tidak beroprasi dan melanjutkan pembangunan kawasan Bussines Land,  hingga proses perizinanya tuntas.  Amri pun menaruh curiga, jika konsultan pembuat dokumen Amdal melakukan copy paste data. “Kami harap konsultan Amdal membuat dokumen berdasarkan hasil penelitian yang sebenar benarnya, kajian ilmiahnya serta dokumen pembuktianya dilapirkan, jangan terkesan copy paste dengan asal salan membuat data”,  kata Amri.

Pihak Grand Mall Batang Ngase Musliadi, mengakui kekurangan dokumen Amdalnya. Ia menganggap hal itu tidak jadi masalah. “Dalam seminggu kedepan akan kami upayakan perbaikanya, kemudian disampaikan ke pihak terkait,” kata dia.

Ketua Komisi Lingkungan, Kepala Dinas Lingkungan Hidup, A. David Syamsuddin, menjelaskan, jika sebelumnya pihak Grand Mall mengajukan izin pembangunan Ruko, Mall dan Hotel. Pihak pemohon telah memiliki Izin lingkungan, berdasarkan usaha kelayakan lingkungan dan upaya pengelolaan lingkungan.

Namun karena pihak perusahaan mengembangkan usahanya lagi, dengan fasilitas water boom dan kolan pancing. Maka pihak perusahaan harus meningkatkan status menjadi izin lingkungan berdasarkan rekomendasi, Analisis Mengenai Dampak Lingkungan.

Dari hasil sidang komisi, David mengakui, masih tedapat kekurangan dokumen Amdalnya, “Setelah perbaikan dilakukan masi ada dua tahap yang akan dilalui, kami akan transparan dan terbuka kepada publik setiap proses tahapanya, Kami tidak akan tutup tutupi,”  kata David.

 

Liputan : Jumadi | Editor : Liv

Komentar

News Feed