oleh

Grand Mall Diminta Beroperasi LSM Kritisi Sikap Anggota DPRD Maros

MATARAKYAT_MAROS – Tanggapan anggota DPRD Maros dari Komisi I Akbar Endra dalam sidang Komisi Lingkunagan dengan meminta Grand Mall beroperasi  lebih cepat lebih baik dinilai beberapa kalangan sikap tidak pantas dilakukan oleh seorang wakil rakyat karena pihak investor belum melengkapi dokumen perizinan yang menjadi kepatutan.

Penilaian miring datang dari aktivis lingkungan Lembaga Swadaya Masyarakat Bumi Mentari, Suardi, “Akbar saat memberikan pandangan terhadap Sidang Komisi Andal, ia terang terangan menyatakan keberpihakannya ke pihak investor semestinya ia memposisikan diri membela kepentingan masyarakat yang teracancam lingkunganya kenapa meminta investor mejalin hubungan kerjasama dengan aktivis ormas yang selama ini mengkrtitiki pihak Grand Mall” kata Suardi.

Seorang Legislator DPRD Provinsi Sulawesi Selatan, memberi penilaian jika  sikap Akbar tidak etis dilontarkan dan tak perlu mengahadiri sidang karena  hal itu sensitif. Apalagi perosoalan AMDAL adalah pembahasan teknis meski dewan punya domain soal itu tidak serta merta hadir karena jebatan dewan itu diatur oleh sistem keprotokokeran dan tata tertib dewan jadi tidak asal asalan hadir sebagai pejabat publik.

Muatan pernyataan Akbar Endra dengan meminta agar Grand Mall segera beroperasi terus dipertanyakan juga dikabarkan menuding ormas Pemuda Pancasila meminta jatah staf HRD di Grand Mall antara lain Harusnya, Akbar Endra fokus membahas materi sidang komisi lingkungan berkaitan AMDAL Grand Mall.

Pihak menejemen PT Anugrah Sukses Lestari, Musliadi. S, mengatakan, kami terbuka menerima siapa saja yang ingin bersilaturahim, terkait masalah Grand Mall yang diajukan dokumen izin lingkunganya,” Kami terbuka kepada siapa saja, kepada ormas dan LSM mana saja, jika ingin datang menyampaikan masalahnya lalu kemudian mencari solusi jalan keluarnya kami layani” kata Musliadi.

Liputan : Jumadi | Editor  : Akbar

Komentar

News Feed