oleh

Kisruh AMDAL Grand Mall, Akbar Endra Minta Maaf di FB

-Daerah-1.885 views

MATARAKYAT MAROS – Pernyataan Akbar Endra, Anggota Komisi C DPRD Maros dengan meminta Grand Mall segera dibuka dan pihak menegemen merekrut Pemuda Pancasila dan Organisasi Kepemudaan lainya sebagai Top Menegemen berbuah gaduh. Tak terima dideskreditkan PP Maros, ngamuk dan takterima aksi mereka dituding tendensius.

Akibat pernyataanya mebuat sidang dihentikan secara paksa saat sejumlah Aktivis Pemuda Pancasila, mengamuk ingin meyeret paksa Akbar, keluar ruang sidang. Sidang Komisi Dokumen Analisi Dampak Lingkungan (Andal) pengembangan kawasan perdagangan jasa, Bussines Batangase Land, yang diajukan oleh Pemohon PT Anugrah Sukses Lestari berlangsung Senin lalu di Gedung B Pemkab Maros dipimpin oleh Kepala Dinas.Lingkungan Hidup, A. David Syamsuddin.

Kepada Matarakyatmu.com, Akbar memberi klarifilasi soal tudingan dirinya berpihak ke manajemen Grand Mall. “Maksud saya kalau Andal kelar silahkan dibuka. Kalau belum jangan dulu beroperasi, Saya rasa Pemkab akan memberi kemudahan pada investor,”ujarnya.

Menyinggung kKehadiran dirinya dalam sidang itu yang dinilai merusak suasana sidang, karena cara berfikirnya tidak berkaitan dengan pembahasan Andal, ?
Dijelaskan Akbar bahwa dirinya hadir karena diundang, jadi yah datang saja apalagi pas ada paripurna di baruga sebelahnya acara itu.

“Makanya saya ngomong saja, kemudian saya ceritakan, dulu bulan puasa mau buka terus ndak jadi. Ini harus jelas, bagaimana kronologi perizinan Mall ini. Pemberi IMB harus mengklarifikasi kenapa bisa terbit IMB kalau ada pelanggaran,” urainya.
Menyinggung maksud pernyataan meminta pihak perusahaan Grand Mall merangkul Pemuda Pancasila dan Ormas Lainya di Maros kedalam menejemen perusahaan itu?
Dikatakan bila berinisiatip sendiri mengusulkan agar potensi masyarakat lokal di berdayakan terutama pada top manajemen.

Tidak pernah PP minta jatah. Itu inisiatip saya saja, Saya menganggap semua okp itu potensial. Ini salah paham saja dari pernyataan saya.

Pernyataan Akbar dinilai menimbulkan konflik dan didesak meminta maaf secara terbuka diakui akan dilakukannya. “Yah, wajar jika saya minta maaf, karena memang pernyataan saya bisa menimbulkan salah pahan.

Ditanya solusi persoalan Grand Mall dalam kapasitas wakil rakyat? Akbar memberi saran pihak inspektorat turun tangan supaya terang benderang masalahnya. “Jangan bikin penasaran kita-kita ini,” tegas politisi partai Demokrat ini.

Usai memberikan klarifikasi, Akbar beberapa menit kemudian membuat status permohonan Maaf kepada Pemuda Pancasila, lewat status akun Facebooknya.

 

Liputan : Jumadi | Editor : Akbar

Komentar

News Feed