oleh

Ada Proyek “Siluman” di Towuti, Warga Minta Transparan

-Daerah-1.323 views

MATARAKYAT_LUTIM – Sejumlah masyarakat Desa Pekaloa, kecamatan Towuti, Kabupaten Luwu Timur, mempertanyakan adanya aktifitas proyek yang disinyalir siluman.

Informasi yang di himpun, sejak pelaksanaan pekerjaan tersebut, warga tidak mengetahui kalau pekerjaan tersebut bersumber dari mana? sekaligus besaran anggarannya berapa?, pasalnya, tampak tak terlihat papan proyek sebagai sarana informasi publik dan direksi keet di lokasi kegiatan, hingga usai pelaksanaan.

“Proyek ini kami tidak tahu bagaimana sebenarnya, sesuaiji kah dengan gambarnya?, kontraktornya saja kita tidak tahu karena papan proyeknya tidak ada dan sampai dimana nantinya ini di kerja, inimi dibilang proyek sembunyi-sembunyi seperti “siluman”, ungkap Mas’ud Warga Pekaloa di temui di lokasi pekerjaan, minggu (09/07/17).

Sementara itu kata Mas’ud, 2 Minggu lalu, masyarakat disuruh oleh pemerintah Desa untuk membersihkan drainase yang runtuh sekaligus di service, jangan-jangan di RAB ada memang biaya pembersihannya terus kita masyarakat diperalat demi keuntungan kontraktor atau pihak lain, itu pemikiran saya karena tidak ada informasi terbuka sama sekali, bebernya.

Hal senada juga di katakan warga lainnya yakni, Alif mengatakan, proyek tanpa papan nama ini adalah trik untuk membohongi publik agar tidak termonitoring besarnya anggaran, berapa volumenya danĀ  pekerjaannya seperti apa.

Menurut Alif, tidak jelas siapa kontraktornya ini proyek, setahuku semua pekerjaan ya dianggarkan melalui APBN, APBD, DD atau ADD berasal dari uang rakyat, semuanya harus transparan, masyarakat berhak mengawasi demi kualitas pekerjaannya,” ujarnya.

“Nah’ yang iniĀ  tanpa informasi, tentu terindikasi proyek nakal atau siluman yang beraroma korupsi, ini di kerjakan di tengah-tengah masyarakat,tentunya kita juga perlu tahu seperti apa sebenarnya ini proyek dan pasti kita curiga ada sesuatu yang tidak beres kalau seperti ini,” tandasnya.

Terpisah, Kepala Desa Pekaloa, Edi Denda saat ditanya soal proyek tersebut mengatakan, proyek ini di kerjakan CV milik pak Diki, mengenai papan proyeknya, itu ada di konsultannya yakni A. Iwan bermukim di Wasuponda,” sudah lamami disana, tadi saya telpon katanya lagi di Makassar mungkin besok lusa dia pulang dan saya langsung ambil kemudian langsung dipasang kalau sudah ada,” katanya.

Sementara itu, Pak Diki pemilik CV selaku pelaksana pekerjaan rehab drainase dalam lingkup Desa Pekaloa bungkam saat di konfirmasi melalui selulernya, untuk memperjelas keluhan masyarakat terkait kelengkapan informasi pekerjaannya yang dia laksanakan di Desa Pekaloa, karena terkesan hebat, ia pun langsung mematikan handponenya, beberapa kali dihubungi kembali namun tidak direspon serta smspun tidak di balas.

Tak sampai di situ, Alimuddin Nasir selaku Camat Towuti sangat menyayangkan hal seperti itu yang di anggap remeh oleh kontraktor pelaksana di kecamatan Towuti.

“Ini tidak boleh terjadi karena proyek harus transparan ke masyarakat, harus ada papan proyek dan deriskeet yang tertempal gambar pekerjaan,”Insya Allah saya akan sampaikan ke Dinas terkait dan akan saya tinjau ke lokasi,” katanya melalui pesan WhatsAppnya.

Sekedar diketahui, pemasangan papan nama proyek merupakan bagian dari implementasi azas transparansi, sehingga masyarakat bisa turut mengawasi proses pembangunan. Masyarakat mempunyai hak dan kewajiban untuk mengawasi segala bentuk kegiatan pembangunan yang dilakukan oleh Pemerintah, namun tanpa papan keterangan proyek proses pengawasan itu tidak berjalan dengan baik dan berbau kecurangan, sementara tuntutan trasparansi tersebut, sudah di atur dalam UU KIP.

Liputan: Hading | Editor: Zhakral.

Komentar

News Feed