oleh

Ini Pengakuan Pelaku Pemerkosaan dan Perampokan di Towuti

MATARAKYAT_LUTIM – Kini Faturrahman alias Rei (19) pelaku pemerkosaan dan perampokan tergolong kriminal sadis duduk di kursi pesakitan penyidik Reskrim polres Luwu Timur untuk mempertanggung jawabkan seluruh perbuatannya kepada Syahriani (30) warga Nuha kecamatan Nuha, kabupaten Luwu Timur.

Menurut pengakuan pelaku yang di rangkum Matarakyatmu.com, awal kejadian, kala itu pelaku berada didepan pencucian mobil di jalan Nasrun, Poros Wawondula – Timampu, Desa Langkea Raya, Kecamatan Towuti Lutim.

Tiba-tiba korban melintas dengan menggunakan sepeda motor merk Jupiter, seketika itu juga pelaku menghentikan laju kendaraan korban dengan modus meminta tumpangan arah kebunnya di jalan Poros Matompi – Wawondula jalan Opu Hasan, tanpa berfikir panjang si korban memberikan tumpangan, ujar Kapolres Lutim AKBP Parojahan Simanjuntak kutip pengakuan pelaku kepada awak media, minggu (09/07/17).

Lanjut cerita Parojahan, setibanya di jalan Nasrun, poros Wawondula – Timampu, Desa Matompi kecamatan Towuti, pelaku langsung mengeluarkan senjata tajam berupa pisau kecil yang di sebut masyarakat setempat badik, lalu korban di giring ke rumah kebun yang berukuran 4 x 6 yang terbuat dari kayu, dengan jarak dari jalan Raya sekitar 50 meter.

Setelah korban melihat pelaku mengeluarkan badik, korban hanya bisa pasrah dan meminta kepada pelaku agar tidak membunuhnya.

“Waktu ditodong badik, korban hanya meminta agar tidak dibunuh, ia hanya meminta untuk di perkosa saja,” ungkap pelaku saat di introgasi di ruang Reserse Polres Luwu Timur.

Lanjut perwira berpangkat dua bunga sudut lima ini menjelaskan, saat korban selesai diperkosa, korban sempat memberi perlawan dan berteriak, saat itu juga pelaku langsung menikam korban, tetapi korban terus saja berteriak hingga pelaku mengambil batu yang berukuran besar dan menghantamkan kepala korban hingga pingsan.

“Saat korban berteriak minta tolong, dengan spontan pelaku yang panik langsung menikam korban dengan badik dan menghantam kepala korban dengan batu, melihat korban sudah tak berdaya,pelaku kemudian membawa lari motor korban,” kata Parojahan.

Terpisah, istri pelaku berinisial PT (25) saat di temui awak media mengatakan, kalau dirinya tidak mengetahui perbuatan suaminya.

“Saya juga tidak tahu pak, bahwa suami saya ada masalahnya, apalagi saya lagi mengandung satu bulan,” ungkanya.

Tak hanya itu, sampai saat ini, korban Sahriyani masi dirawat di ruang ICU Rumah sakit PT Vale, dan belum bisa dimintai keterangan resminya.

Liputan: Zhakral | Editor: Akbar Karca.

Komentar

News Feed