oleh

Pencabutan Perda, HMI Makassar Nilai Jokowi Tak Hargai Hak Otonomi

MATARAKYAT MAKASSAR – Wakil Ketua Komisi II DPR RI Almuzzammil Yusuf menyebarkan brockes ke grub whats App terkait kepemimpinan Jokowi Jk, selama menjabat selaku pemimpin di indonesia.

Drs. H. Almuzzamil Yusuf MSi adalah politikus senior PKS yang terpilih untuk ketiga kalinya menjadi anggota DPR-RI periode 2014-2019 mewakili Dapil Lampung I.

Ketua komisi II DPR RI ini menilai kepemimpinan Jokowi JK Memiliki bayak kekurangan apalagi beberapa pencabutan ratusan perda dinilai keliru , “Pemerintah harus mempertimbangkan moralitas, norma, nilai agama, norma masyarakat daerah, dan kondisi generasi masa depan bangsa Indonesia apabila mencabut Perda,” tuturnya melalui Brockes Whats App.

Seolah tidak mempedulikan hak otonomi, Jokowi resmi mencabut 3.143 perda termasuk perda miras dan semua yang mengandung unsur keislaman. Di antaranya adalah himbauan berbusana islami pegawai yang beragama Islam.

 

Sementara itu brockes yang di keluarkan Wakil Ketua Komisi II DPR, Almuzzammil Yusuf mendapat respon dari ketua HMI Korkom 45 Unibos Makmur, hal ini pun di sayangkan oleh kader HMI tersebut sehingga dia menegaskan pentingnya Pemerintah Pusat menghormati hak otonomi daerah bagi Pemerintahan Daerah dalam membentuk peraturan daerah yang dilindungi Konstitusi RI.

Isu terkait aksi demostrasi yang akan di lakukan pengurus HMI Cabang Makassar, membuat ketua Korkom (Kordinator komisariat Unibos 45), angkat bicara, senin 10 Juli 2017, yang di jumpai di lokasi Hut Bayangkara.

Ketua korkom 45 menilai kepemimpinan Jokowi JK, Seolah tidak mempedulikan hak otonomi, Jokowi selaku Presiden resmi mencabut 3.143 perda termasuk perda miras dan semua yang mengandung unsur keislaman. Di antaranya adalah himbauan berbusana islami pegawai yang beragama Islam.

Lebih jauh lagi, Jokowi enggan mengindahkan mekanisme pencabutan perda yaitu harus melalui kajian terlebih dahulu,” Dirinya ngotot mencabut perda sesegera mungkin karena menurutnya kalau menunggu dikaji, setahun bisa-bisa hanya 15 perda yang berhasil dimusnahkan,” salutnya.

Liputan : Arif Wangsa | Editor : Akbar

Komentar

News Feed