oleh

Petinggi Gerindra Sulsel Ditetapkan Tersangka. Ini Penjelasan Andi Kilat Karaka

-Metro-1.526 views

MATARAKYAT_MAKASSAR – Haka Utama, Andi Kilat Karaka menggelar Prescon terkait kasus yang menimpa dirinya dalam Proyek pembangunan Rumah Sakit (RS) Kabupaten Enrekang tahun anggaran 2015. Berdasarkan Temuan BPKP RI Perwakilan Sulsel, total kerugian negara mencapai Rp 1,77miliar.

Namun Andi Kilat mengatakan jika ada pengalihan kuasa tersebut, dia tidak mengetahui terkait tudingan yang diarahkan. “kalo menyangkut temuan BPKP saya tidak tahu, Saya ini tidak tahu apa – apa, saya cuma korban Dan sebagai warga negara, saya mau memberikan keterangan jika dibutuhkan oleh pihak hukum”ujar Andi Kilat Karaka, Senin,(10/7).

Kepada awak media, Ex Bendahara Partai Gerindra itu membantah tudingan keterlibatannya dalam dugaan kasus korupsi proyek Pembangunan Rumah Sakit Pratama di Kabupaten Enrekang Tahun Anggaran 2015. Menurutnya, Proyek Pembangunan Rumah Sakit Pratama telah dikuasakan ke Sandi, sehingga sekalah pertanggungjawaban ada pada Sandy Dwi Nugraha selaku Kuasa Direksi PT.

Haka Utama Pelaksana 2015. “Kan sudah ada kuasa, maka secara hukum direksi yang bertanggung jawab atas semua yang di lapangan Saya pun juga tidak tahu panitianya siapa, kepala dinasnya siapa, saya tidak kenal,”bebernya. Diketahui sebelumnya, hasil gelar perkara Kepolisian Polda Sulsel menetapkan 3 tersangka dalam dugaan kasus korupsi proyek pembangunan Rumah Sakit Pratama Kabupaten Enrekang Tahun Anggaran 2015.

Tiga tersangka tersebut antara lain Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Enrekang, Marwan Ahmad Ganoko, dan sebagai Kuasa Kompensasi (KPA), Andi M. Kilat Karaka selaku Direktur PT. Haka Utama pelaksana tahun 2015, dan Sandy Dwi Nugraha selaku Kuasa Direksi PT. Haka Utama Pelaksana 2015.

Liputan : Thambrin  |   Editor : Akbar

Komentar

News Feed