oleh

Rabat Beton di Matano Diduga Bermasalah, Polres Lutim Turunkan BPK Sulsel

MATARAKYAT_LUTIM – Kasus dugaan tindak pidana korupsi (Tipikor) terkait pembangunan jalan rabat beton di Desa Matano, Kecamatan Nuha, Kabupaten Luwu Timur terus bergulir di Kepolisian Resort (Polres) Lutim.

Sesuai agenda, untuk menentukan dugaan besaran kerugian Negara pada proyek tersebut, Polres Lutim kembali mengembangkan persoalan ini dengan mendatangkan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) perwakilan Sulawesi Selatan.

Informasi yang di himpun, BPK melakukan pemeriksaan sejumlah dokumen tersebut sekaligus menghadirkan pihak terkait. Yakni, PPK, Konsultan, kemudian di susul Kadis Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan Lutim, Zainuddin dan Pelaksana, besok.

Pemeriksaan tersebut berlangsung di Aula Polres Lutim, selasa (11/07/17) pukul 01.15 Wita sore.

Kapolres Lutim, AKBP Parojahan Simanjuntak mengatakan, sebanyak empat orang pihak BPK Provinsi Sulsel datang melakukan perhitungan kerugian Negara pada proyek rabat beton di Desa Matano tahun lalu, ungkapnya.

Sebelumnya kata Parojahan, kami sudah hadirkan ahli dari lembaga pengengmbangan jasa konstruksi (LPJK) Sulsel untuk pemeriksaan pada pekerjaan tersebut, hasilnya terindikasi kualitas tidak sesuai dengan spesifikasi.

Untuk itu, kami turunkan BPK Sulsel untung menghitung dugaan kerugian Negara, paparnya.

“Setelah pemeriksaan ini, secapatnya hasil hitungan akan keluar, setelah itu dilakukan gelar perkara di Polda Sulsel,sekaligus menetapkan tersangka,” kunci perwira berpangkat dua bunga sudut lima ini.

Sekedar di ketahui, proyek rabat beton tersebut menelan APBD sebesar Rp 1,9 Milyar tahun 2016, yang di laksakan CV. Cakra.

Terlihat randis Kadis Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan Lutim, Zainuddin memasuki halaman Polres Lutim, saat berlangsungnya pemeriksaan BPK Sulsel di Aula Polres Lutim.

Liputan: Zhakral | Editor: Akbar Karca.

Komentar

News Feed