oleh

Lindungi Konsumen, Disdagkop-UKM Lutim serta Tim Grebek Pasar dan SPBU

MATARAKYAT_LUTIM – Untuk menjalankan amanah UU No. 23 dalam program perlindungan konsumen maka, Dinas Perdagangan,Koperasi dan UKM (Disdagkop-UKM) Luwu Timur bekerja sama dengan BSML Regional IV Makassar dan Dirjen Kemetrologian Bandung melakukan tera/tera ulang pada SPBU dan 3 Pasar sebagai calon pasar tertib ukur (PTU).

Ini dilakukan sejak tanggal 6-9 Juli 2017 yang di awali pasar Jalajja Burau, Tomoni dan Pasar Malili kemudian, SPBU Ussu, SPBU Km 2 Malili dan SPBU Sorowako.

Tak hanya pasar, SPBU juga di lakukan tera ulang.

Menurut Rosmiaty Alwi selaku Kadis Disdagkop-UKM Luwu Timur mengatakan, kegiatan ini merupakan amanah UU nomor 23 untuk melakukan tera ulang dan ini di lakukan merupakan program rutinitas tiap tahun, ungkapnya kepada awak media, kamis (12/07/17).

Lanjutnya, ada tiga pasar yang akan menjadi calon pasar tertib ukur (PTU) yakni pasar Jalajja Kec. Burau, Tomoni dan Malili, sekaligus contoh bagi pasar lainnya di Lutim.

Dijelaskannya, yang di maksud PTU adalah, pasar yang telah mengikuti ketentuan-ketentuan dalam bidang Perdagangan yaitu semua jenis alat takar atau timbang, berdasarkan ketentuan yang ada, ujarnya.

Menurutnya, tidak boleh lagi pedagang menggunakan literan dalam bentuk cangkir, mangkuk atau sejenisnya. Tetapi, alat takar liter yang sudah ditera ataupun tera ulang dengan tujuan memberikan perlidungan kepada Konsumen atau menerima haknya sesuai dengan hasil takaran atau timbangan yang valid, demikian juga pada SPBU, ujar Rosmiaty.

“Alhamdulillah masyarakat pasar sudah.mulai faham tentang hak dan kewajiban para pedagang dan hak dan kewajiban para Konsumen,” katanya.

Tak hanya itu kata Rosmiaty, dan.kedepan kita akan tingkatkan pada potensi kemetrologian lainnya. Seperti, pada perusahaan-perusahan, Bulog,jembatan timbang dan toko moderen/ Toko dan warung-warung masyarakat.

Di tambahkannya, tahun ini kami berupaya untuk mendapatkan dana dari Pusat pada tahun 2018, untuk membangun Gedung Kemetrologian beserta seluruh fasilitasnya dan mengupayakan pengadaan SDM penera ( penera ahli, penera terampil dan pengawas penera) serta mempersiapkan regulasi dalam bentuk Peraturan Daerah (Perda) dikarenakan kegiatan tera dan tera ulang dapat menghasilkan PAD.

Dan di akhir kegiatan ini kata Rosmiaty, hasil yang dicapai untuk pasar Tomoni.dan Burau di atas 100% yang tertera atau tera ulang sementara pasar Malili hanya mencapai 80%. Sementara untuk ketiga SPBU, Alhamdulillah masih dalam batas toleransi, tidak ada yang tidak sesuai dengan standar pengukurannya berdasarkan pemeriksaan tim di lapangan, tutupnya.

Liputan: Zhakral | Editor: Akbar Karca.

Komentar

News Feed