oleh

Di Towuti, GAKKUM KLHK Wil. Sulsel Investigasi Perambahan Hutan Lindung

-Daerah-1.753 views

MATARAKYAT_LUTIM – Tim penegak hukum (GAKKUM) KLHK pusat wilayah satu propinsi Sulawesi Selatan didampingi staf pemerintahan kabupaten Luwu Timur, terjun langsung investigasi atau mengumpulkan data perambahan hutan lindung di wilayah Desa Pekaloa, kecamatan Towuti, kabupaten Luwu Timur, tepatnya disekitaran perbatasan antara Desa Tole dan Desa Pekaloa, kamis (13/07/17) kemarin.

Tim terdiri dari, Yopi bali S.TP, Drs.Burhanuddin Labakka, Edi Pranoto, Ishak SH, dari GAKKUM KLHK. Tak hanya itu, tim didampingi staf pemerintahan kabupaten Luwu Timur yakni, Manase dan Raynal Rustam dan staf pemerintahan kecamatan Towuti, Darussalam, Kadir, Sukma serta segenap Linmas Desa Pekaloa.

Di ketahui, hal ini di lakukan dalam rangka menindak lanjuti pengaduan masyarakat, pemerintah Desa dan Pemkab Luwu Timur beberapa waktu yang lalu, mengenai adanya indikasi oknum yang akan menguasai lahan hutan lindung dan mengubah fungsi menjadi lahan perkebunan tanpa izin.

Pantauan media ini, tim mulai melakukan penyisiran dari patok titik koordinat data base yang dibawah dari kantor pusat sebagai acuan pengumpulan data real dilapangan.

Alhasil, tim menemui beberapa perambah yang berada dilokasi. Saat di mintai keterangan dasar keberadaannya dilokasi tersebut, mereka justru menyebut dua orang  oknum berinisial AM dan RG  yang memberikan lahan tersebut kepadanya untuk dijadikan kebun.

“Kami ini dari Wajo pak, datang disini cari kerja dan disini kami dikasi lahan untuk dikerjakan nantinya kalau ada hasil baru dibagi sama itu pak RG, kalau jual beli tanah ini kami tidak pernah membeli sama siapa-siapa pak,” ungkap Riska Ikka warga Wajo.

Selain dirinya, Riska juga menyebutkan beberapa rekannya dari Wajo untuk berkebun di area yang sama yakni, Anda, Ros dan Abidin.

“Kalau pak RG itu kita tanyakan saja di daerah Desa Tole pak, tidak ada yang tidak kenal sama dia, kalau pak AM itu ada pondoknya di seberang jalan bagian bawah sana, sembari menunjuk ke arah utara.” katanya

Tak sampai di situ, tim melanjutkan penelusuran ke lokasi kedua oknum yang disebutkan tadi, namun oknum yang dimaksud tidak berada di lokasi, diduga kedatangan tim investigasi GAKKUM sebelumnya tercium.

Ketua tim GAKKUM, Yopi Bali menjelaskan, menurut data base, dititik koordinat area ini berkisaran 300Ha, sedangkan yang sementara dirambah sudah mencapai ratusan hektar atau 40%, ini fakta karena kami sudah melihat langsung, ini benar-benar sudah melanggar hukum dan masalah penertiban itu, nanti setelah data kami sampaikan ke pusat dan dipresentasikan didepan pemerintah kabupaten Luwu Timur. Nantinya, akan dihadirkan mulai kepala Desa, camat dan Bupati, setelah itu barulah diturunkan tim untuk penertiban sesuai UU yang berlaku,” terangnya kepada awak media, di lokasi.

Sementara itu, Sukmawati dari tim pemerintahan setempat, juga menyayangkan perambah yang masuk di area kecamatan Towuti Desa Pekaloa.

“Tak ada satupun yang melaporkan dirinya kalau ada disini, seharusnya tamu wajib melapor ke pemerintah setempat, selama 2×24 jam, jangan nanti ada masalah, baru diketahui ketika ternyata mereka ada di daerah Pekaloa ini,” tutupnya.

Liputan: Harding | Editor: Zhakral.

Komentar

News Feed