oleh

Judas Amir Buka Kegiatan Dialog Budaya, ini Penjelasannya

MATARAKYAT_PALOPO – Walikota Palopo H. Muhammad Judas Amir membuka langsung dialog budaya yang dilaksanakan pemerintah Provinsi Sulsel Dinas Budaya dan Pariwisata. Bekerja sama dengan Dinas Budaya dan pariwisata Kota Palopo di Hotel Agro Kota Palopo, Jumat (14/06/17).

Menurut Judas,  sebagai Kota yang memiliki sejarah yang panjang dan tidak bisa dilepaskan dari cerita kedatuan Luwu, masyarakat Kita Palopo  harus bersyukur dimana pasca proklamasi 1945, Datu Luwu Andi djemma   mengambil sikap untuk berdiri dibelakang NKRI.

Lanjutnya pada kesempatan tersebut, Judas menyampaikan bahwa pemkot Palopo berkomitmen dalam pelestarian dan pengembangan kebudayaan daerah sesuai amanah undang uandang No 23 Thun 2014 tentang pemerintah daerah yang mengatur urusan pemerintah bidang kebudayaan kepada pemerintah Kabupaten/Kota.

“UU ini memberi arahan kepada kita faham hal pelestarian tradisi lokal, pengelolaan cagar budaya, pembinaa lembaga adat, pengembangan kesenian dan sejarah daerah serta pengelolaan museum,” ungkap Judas.

Di 2015 lalu, di Jakarta, lanjutnya lagi, atas nama Walikota Palopo dirinya menandatangani piagam komitmen pelestarian Kota Pusaka, sebagai tanda keikutsertaan Palopo pada Program penataan dan pelestarian Kota Pusaka (P3KP).

Selain itu, pada  2017 telah memprogramkan penyusunan DED untuk tiga bangunan cagar budaya yakni Masjid Djami Tua, Istana Datu Luwu dan Gereja Pniel.“Seharusnya kebudayaan daerah bukan untk dikenang sebagai kebesaran masa lampau, justru harus bisa menjadi nilai tambah bagi masyarakat Kota Palopo, ujarnya.

Sementara itu, Koordinator kepanitiaan dalam laporannya mengatakan, latar belakang kegiatan dialog budaya, karena adanya fenomena di mayarakat global yang sangat drastis mengalami perubahan drastis akibat tehnologi yang bersifat mekanis. Dan melalui dialog ini kearifan lokal yang brsumber dari kebudayaan diharapkan menjadi salahsatu pilihan dalam memaknai perubahan.

Dirinya juga berharap, kegiatan dialog ini beberapa hal terkait pengebangan budaya di Sulsel dapat di bahas bersama, termasuk merelisasikan kembali budaya daerah di Sulsel dan diharapkan mampu menghasilkan kesepahaman dalam rangka pengembangan budaya daerah di Kota Palopo pada umumnya.

Pada kegiatan kali ini diikuti sebanyak 90 orang. Yang terdiri dari, guru, budayawaan, pemerhati budaya dan pariwisata.

Turut hadir juga para tokoh tokoh budaya khususnya Luwu Raya dimana pada akhiri kegiatan ditandai dengan penyerahan cendra mata dari pelaksana ke Walikota.

Liputan: Egy/hms | Editor: Zhakral.

Komentar

News Feed