oleh

Macet Mengular di Poros Jalan Negara. Ini Penyebabnya?

MATARAKYAT.COM MAKASSAR – Peningkatan volume jalan, terus diupayakan Pemerintah baik ruas maupun jalur alternatif tapi macet menjadi langganan pengguna jalan di Poros jalan negara/Protokol setiap hari terjadi. “Polisi swasta” salah satui penyebab.

Masyarakat pengguna jalan bisa terjebak macet di waktu pagi dan sore bahkan perjalanan bisa menghabiskan waktu ekstra untuk tiba di Sudiang, misalnya. “Saya terkadang tiba di rumah dengan menghabiskan waktu hingga 2 jam ” ujar Dr.Syarifah, dosen UMI yang berdomisili di perumahan gubernuran.

Menurutnya, kemacetan terjadi akibat peran polisi cippe yang tak tau prioritas pengguna jalan. “Diantara mereka hanya mau tau bagaimana meloloskan kendaraan yang pengemudinya bisa memberikan upah tanpa tau jika prioritas. jalan diutamakan bagi kendaraan berada di jalan utama,” ujarnya.

Selain “Polisi swasta” peran pengendara roda dua. (R2) ikut memberi konstribusi kemacetan di Majassar. Pengendara R2 harusnya berada pada lajur kiri namun banyak diantara mereka tidak taat aturan dan seenak perut menguasai badan lan.”Perhatikan. Jika hujan deras sangat sulit menemukan kemacetan,” ungkap Nuraeni, seorang warga Sudiang.

Berbagai pihak mengharap petugas kepolisian dan Dishub Makassar dapat menambah beban kerja pada saat pagi dan sore hari agar kemacetan dapat tetanggulangi. “Maunya kita seperi Brimob yang rutin menjaga dan mengatur jalan di sepanjang pasar Pa’baeng-baeng,” komentar Nurdin, warga BTN Minasa upa.

Setiap hari kemavetan dapat ditemukan di sepanjang Jl. Urip Sumiharjo hingga Daya. Disemua penggalan jalan terdapat pemuda-pemuda tanggung mengatur sirkulasi perjalanan tanpa petugas adalah salah satu penyebab kemacetan. Fenomena ini harus mendapatkan solusi pemerintah. “Tak boleh dalih mengurangi pengangguran justeru berdapat kemacetan mengular hingga beberapa kilometer,” ujar Abd. Rahman, seorang tokoh pemuda di Tamalanrea.

Liputan : Akbar | Editor. : Wawan

Komentar

News Feed