oleh

Lagi, Pemda Lutim Perjuangkan Masyarakat Dongi Ke Komnas HAM RI

MATARAKYAT_LUTIM – Persoalan warga Dongi masih bergulir sampai saat ini, pemerintah daerah Luwu Timur tak tinggal diam untuk terus berupaya dalam mencari solusi kongkrit diwilayahnya itu.

Terbukti, Wakil Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, Ketua DPRD, Amran Syam, Asisten I, Kabag Pemerintahan Sekretariat Pemkab Lutim dan Camat Nuha, kembali menyambangi Kantor Komisi Nasional (Komnas) HAM RI, Sabtu (15/07/17) di Jakarta, kemarin.

Kunjungan tersebut dalam rangka lanjutan pembahasan persoalan masyarakat dongi di kecamatan Nuha, Luwu Timur, tentang penyelesaian status warga adat Tokarungsie atau warga Dongi yang tinggal di sekitar lapangan Golf milik PT Vale Indonesia di Kelurahan Magani, Kecamatan Nuha.

Sebanyak 99 kepala keluarga di Dongi tidak menikmati listrik sejak 20 September 2016, akibat aliran listrik terputus dari PT Vale Indonesia. Selain itu, mereka juga kesulitan mendapat air bersih.

Namun dalam pertemuan tersebut belum membuahkan hasil, lantaran ketidak hadirannya pihak ESDM. Hal ini, tentunya membuat pihak Komnas HAM RI kecewa.

Wakil Bupati Lutim, Irwan Bachri Syam,mengatakan, bahwa rapat kemarin belum ada hasil yang signifikan,”masih sama dengan rapat atau pertemuan-pertemuan sebelumnya. Karena, tidak di hadiri oleh pihak ESDM yang merupakan salah satu pintu masuk untuk penyelesaian masalah Dongi,” ungkapnya, melalui pesan WhatsAppnya, minggu (16/07/17).

“Insha Allah, minggu depan kami akan agendakan lagi untuk langsung ke ESDM, untuk bertemu langsung Mentri atau Dirjen, untuk sama-sama mencarikan solusi terkait kasus Dongi,” tandas Irwan.
Irwan berharap, setelah ketemu pihak ESDM sudah bisa ada solusi kongkrit terkait penyelesaian Dongi, ujarnya.

Sekedar di ketahui, pembahasan tersebut bukan kali ini, hal serupa pun sudah dilakukan Bupati Lutim, HM Thoriq Husler beserta jajarannya, di Kantor Komnas HAM RI, pada Bulan Februari 2017 lalu, namun sampai saat ini masih belum menuai titik terang.

Pada pertemuan saat itu, Husler menyampaikan alternatif rekomendasi untuk menyelesaikan secara permanen masalah Dongi, yaitu mengusulkan ke Kementerian ESDM Pusat agar wilayah kampung tua Dongi dikeluarkan dari kontrak karya PT Vale.

Sehingga Pemkab mengalokasikan anggaran untuk penataan kawasan adat kampung tua Dongi atau mengusulkan pemukiman Dongi untuk dijadikan cagar budaya Kampung Tua Dongi dengan pola kemitraan antara PT Vale dengan Komunitas Dongi dan Pemkab Luwu Timur.

Liputan: Zhakral | Editor: Akbar Karca.

Komentar

News Feed