oleh

Fakultas Kehutanan Universitas Andi Djemma Palopo Sosialisasi di Towuti

MATARAKYAT_LUTIM – Fakultas kehutanan Universitas Andi Djemma Palopo menggandeng organisasi Burung Indonesia melakukan sosialisasi program konservasi binatang dan tumbuhan endemik di kawasan danau Towuti, Selasa (18/07/17) di aula kantor desa Pekaloa, kecamatan Towuti, kabupaten Luwu Timur.

Turut hadir, Hadija Azis.S.Hut Msc selaku dosen Universitas Andi Djemma), Irawaty.S.Hut, M.Hut penyuluh kehutanan Palopo, Abdul, Saiful, Rosida selaku mahasiswa Andi Djemma Palopo dan jajaran pemerintah desa Pekaloa beserta masyarakat.

Saat membuka kegiatan sosialisasi, Hadija Azis, selaku koordinator mengatakan, program perlindungan dan pelestarian populasi habitat jenis endemik secara partisipatif melalui pengembangan model agroforestri dan kampanye perlindungan spesies terancam punah dikawasan Danau Towuti.

“Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan pemahaman masyarakat dalam konservasi satwa dan tumbuhan endemik serta meningkatkan pengetahuan, kesadaran juga mendorong partisipasi aktif dari masyarakat sehinga pada akhirnya upaya pelestarian satwa dan tumbuhan endemik kawasan konservasi danau Towuti bisa membantu masyarakat mandiri dalam pelestarian lingkungan dan ekonomi kreatif diwilayahnya, satwa endemik disini seperti Maleo dan lain-lain, sedangkan tumbuhan pohon yakni, Rode, Dama dere, Mata kucing dan lain-lain,” ujar Hadija Azis.

Hadija Azis S.Hut. Msc, dosen fakultas kehutanan di universitas Andi Djemma Palopo ini juga  menjelaskan bahwa, agroforestri adalah sistem kombinasi pelestarian tanaman jangka panjang dan jangka pendek, sistem merupakan program pemerintah kehutanan Indonesia, paparnya.

Semnatara itu, Irawati S.Hut, M Hut selaku penyuluh kehutanan Palopo, turut menjelaskan mengatakan, selain sosialisasi, kami juga membuat program didua kawasan danau yaitu Towuti dan Matano selama 1 tahun kedepan, dimana program itu dimulai dari pembibitan,perawatan hingga penanaman. Sebelum itu dimulai sesuai dengan aturan, kami harus bekerjasama dengan kelompok tani Hutan (KTH) yang sudah terbentuk namun jika belum ada, kami akan berkordinasi dengan pemerintah desa dan masyarakat untuk pembentukan kemudian di legalitaskan, sehingga nantinya program ini bisa berlanjut yang dikelola oleh kelompok tani Hutan di kawasan konservasi dalam wilayahnya masing-masing, nama-nama yang terdaftar dalam kelompok tani ini akan terdaftar di pemerintah kehutanan pusat, dalam KTH ini juga akan meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang Pelestarian lingkungan,meningkatkan tarap ekonomi masyarakat serta mengelola kawasan dengan cara ramah lingkungan”. ungkapnya.

Kegiatan ini disambut baik oleh masyarakat setempat yang mengikuti kegiatan dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan, memberikan masukan atau saran  untuk upaya konservasi satwa dan tumbuhan endemik.

“Program ini sangat baik, kami masyarakat sangat mendukung demi mengembalikan satwa dan tumbuhan endemik yang hampir punah, kami juga sudah menghawatirkan jika tidak ada penanganan dimasa dini, otomatis dimasa akan datang kawasan daerah danau Towuti ini hanya tinggal cerita seperti dongeng, kata Abduh yang juga mantan anggota DPRD kabupaten Luwu Timur.

Liputan: Harding | Editor: Zhakral.

Komentar

News Feed