oleh

Pemda Lutra Canangkan PBBGRM di Malbar

MATARAKYAT_LUTRA – Pemerintah Daerah Luwu Utara menggelar pencanangan bulan bhakti gotong royong masyarakat (PBBGRM) di kecamatan Malangke Barat Lutra, tepatnya Desa Pao, jumat (21/07/17).

Kegiatan tersebut, turut dihadiri oleh Sekertaris Daerah Ir. H. Abd. Mahfud, Kepala Dinas PMD Drs H. Misbah, Asisten 1 Bidang Pemerintahan dan Kesra Andi Sarappi, Staf Ahli Djumail Mappile’, serta camat se kab. Luwu Utara dan Kepala Desa se kab. Luwu Utara.

Kepala Dinas PMD Lutra, H. Misbah selaku pelaksana kegiatan memaparkan salah satu tujuan dengan diadakannya PBBGRM yakni meningkatkan kepedulian dan peran aktif masyarakat berdasarkan semangat kebersamaan, kekeluargaan dalam bergotong royong untuk mencapai masyarakat Luwu Utara yang adil dan makmur menuju keluarga sehat dan sejahtera. Dengan Motto “GAU TO’MASIRI” gerakan usaha gotong royong mari bersihkan rumah dan lingkungan itu, juga berarti perbuatan orang yang punya rasa malu jika rumah dan lingkungannya tidak indah, bersih dan teratur, ujarnya.

Dalam kesempatan ini juga sekertaris daerah H. Abd. Mahfud memesankan bahwa, kegiatan hari ini bukanlah kegiatan seremonial belaka tetapi lebih dari itu diharapkan dapat menumbuh kembangkan semangat partisipasi, swadaya dan gotong royong masyarakat.

Sehingga, tidak sedikit banyaknya kebutuhan pembangunan hususnya fisik yang diharapkan oleh masyarakat, tidak sedikit banyak pula pembangunan fisik yang telah ada dari berbagai macam sumber anggaran tetapi telah rusak dari berbagai asbab, kesemua itu membutuhkan perhatian dan kepedulian kita untuk memelihara dan menjaga, melalui partisipasi swadaya dan gotong royong masyatakat, ungkapnya.

Lanjutnya, perilaku ini adalah cerminan dari rasa memiliki dan tanggung jawab sebagai anak bangsa yang sadar akan pembangunan di daerah masing masing.

Yang seiring dengan perjalanan waktu dan masukya pengaruh budaya luar yang sangat individual saat ini, rasa kebersamaan dan gotong royong semakin memudar, kepekaan sosial berkurang, tegursapa serta kesadaran saling membantu sudah mulai luntur, dengan perilaku individualis, kearifan lokal menjadi sesuatu yang langka dan mahal harganya.

“Untuk itu, marilah kita galakkan lagi budaya gotong royong masyarakat. Karena hal ini sangatlah tepat untuk diterapkan dalam pembangunan kabupaten Luwu Utara yang kita cintai ini, ayo bersama sama mengembalikan semangat bergotong royong,” pintanya.

Selain itu Mahfud mengingatkan, bahwa pelaksanaan bulan bhakti gotong royong masyarakat ini diselenggarakan dalam waktu satu bulan penuh yang merupakan akumulasi kegiatan gotong royong selama sebelas bulan disetiap Desa dan Kelurahan. Dimana sebagai upaya mendayagunakan peran serta lembaga kemasyarakatan desa sebagai mitra pemerintah Desa dalam menanggulangi permasalahan sosial dan pembangunan di desa masing-masing,” tutupnya.

Liputan: Rama | Editor: Zhakral.

Komentar

News Feed