oleh

Siswa di Balambano Blokir Akses Dam PLTA, ini Tanggapan Pihak PT Vale

MATARAKYAT_LUTIM – Gara-gara Bus angkutan siswa di Dusun Balambano, Desa Balambano, kecamatan Wasuponda Lutim, yang diperkarsai pihak PT Vale Indonesia tidak berjalan efektif, mengakibatkan sejumlah siswa dan orang tua siswa meluapkan kekecewaan dengan menggelar aksi turun jalan sekaligus memblokir akses gate PT Vale atau akses menuju Dam Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Jumat (21/07/17) pukul 08.00 Wita pagi.

Adanya persoalan tersebut, Bayu Aji selaku Senior Meneger Komunikasi PT Vale saat dikonfirmasi melalui telepon genggamnya mengatakan, PT Vale berkomitmen untuk mendukung berjalannya aktifitas pendidikan di area kami, termasuk Balambano. Ini dibuktikan dengan dukungan kami dalam sarana pengangkutan siswa sejak lebih dari sepuluh tahun, ungkapnya, Jumat (21/07/17).

Lanjutnya, namun dengan berjalannya perbaikan tata kelola, kegiatan ini harus dilakukan bersama pemerintahan desa yang juga lebih mengetahui kondisi masyarakatnya, dimana PT Vale sebagai kontributor, ujarnya.

Untuk ini kata Bayu, dilakukan perubahan mekanisme penyediaan sarana pengangkutan tersebut, perubahan terjadi beberapa kali sejak 2006 hingga sekarang.

“Masalah ini sedang didiskusikan oleh tim kami bersama kepala Desa untuk mendapatkan akar permasalahan dengan jelas dan menentukan langkah bersama untuk mencegah kejadian serupa terulang kembali. Langkah bersama tersebut akan kami informasikan kemudian,” tandas Bayu.

Ia menambahkan, diharapkan agar para pihak yang terkait untuk dapat mendukung proses ini dan menahan diri untuk menghindari aksi yang dapat merugikan semua pihak seperti pemblokiran, pintanya.

Liputan: Zhakral | Editor: Akbar Karca.

Komentar

News Feed