oleh

Gegara Listrik Padam dan Dokter Tak Ditempat, Pihak PKM Towuti Abaikan Pasien

MATARAKYAT_LUTIM – Pelayanan Puskesmas Wawondula, kecamatan Towuti, kabupaten Luwu Timur, dikeluhkan masyarakat dalam sistem kedisiplinan dan penanganan pasien.

Hal ini dibuktikan berdasarkan keluhan salah seorang warga kecamatan Towuti kepada wartawan Matarakyatmu.com, Sabtu (22/07/17).

Hamril salah seorang ayah dari pasien yang anaknya bernama Atira (5) menceritakan kejadian yang dialaminya.
“Saya bawa anakku ke Puskemas Wawondula karena demam tinggi tapi tidak ditangani dengan baik dengan alasan dokter tidak ada dan mati lampu juga. Saya disuruh disuruh menunggu sampai lampu nyala baru anak saya bisa diperiksa untuk ambil darah. Kondisi anak saya terlihat sudah sangat lemah, saya meminta untuk dirujuk saja ke Rumah Sakit PT Vale Sorowako tapi tidak dikasi katanya, petugas lain tidak boleh mengeluarkan surat rujukan selain dokter,” ucapnya.

Lanjutnya, tanpa pikir panjang saya melarikan anak saya ke Rumah Sakit PT Vale Sorowako menggunakan motor, setibanya di UGD, anak saya ditolak dengan alasan tidak membawa surat rujukan dari Puskesmas, tanpa basa basi lagi saya langsung melarikan anak saya ke Puskemas Sorowako karena anak saya sudah mulai mengeluarkan darah dari hidungnya dan panasnya semakin tinggi,” bebernya.

“Dan Alhamdulillah, setelah tiba di Puskesmas Sorowako anak saya di tangani dengan cepat. Setelah di periksa, dokter bilang anak saya positif DBD dan harus rawat inap,” ungkap ayah pasien.

Dengan alasan mati lampu, genset rusak sudah 2 Minggu tidak ada perbaikan dan tidak adanya dokter yang stanby di Puskesmas besar tentu menjadi pertanyaan besar bagi keluarga pasien.

Terkait persoalan tersebut, saat dikonfirmasi kepala Puskesmas, namun dia tidak berada di Puskesmas, yang ada hanya penanggung jawab UGD.
“Kami tidak bisa berbuat apa-apa pak, karena lampu mati dan 2 orang dokter disini sedang izin mengikuti seminar kedokteran. Kalau lebih jelasnya bicaraki saja sama bagian tata usaha kebetulan dia ada disini dan Kepala Puskesmas juga tidak ada pak,” ungkap Ibu Erna, penanggung jawab UGD PKM Wawondula.

“Begini pak, kami tidak bisa mengeluarkan rujukan karena dokter lagi tidak ada yang stanby, jadi kami tidak ada wewenang untuk itu. Seharian ini mati lampu, kami juga tidak bisa maksimal menangani pasien jika ada seperti itu, genset sudah 2 Minggu rusak dan sudah kami laporkan ke Dinas Kesehatan Kabupaten, hingga sekarang belum ada perbaikan,” ujar Glorius, bagian tata usaha PKM Wawondula.

Terpisah, Mia selaku tante dari si’pasien mengatakan, seharusnya dokter tetap ada 1 yang stanby dalam keadaan apapun, kalau sudah begitu, pihak Puskesmas juga harus punya inisiatif demi keselamatan pasian, bukan hanya memberi alasan-alasan tanpa ada solusi. Nah, kalau gawatmi pasien? Apakah harus menunggu lampu menyala, dokter pulang dari izin seminar baru mau di tangani? Itu tidak masuk akal. Intinya saja, tolong di perbaiki sistem pelayanannya itu Puskesmas jangan seperti itu, tutupnya dengan nada kesal.

Liputan: Harding | Editor: Zhakral.

Komentar

News Feed