oleh

Petani Organik di Desa Lioka Gagal Panen, ini Penyebabnya

MATARAKYAT_LUTIM- Petani sawah desa Lioka kecamatan Towuti Luwu Timur mengalami kerugian alias gagal panen selama 2 kali musim panen berturut-turut. Hal itu dikarenakan kurangnya pengetahuan petani terhadap penggunaan pupuk Sri organik yang di programkan oleh pihak PT Vale bekerja sama dengan pemerintah kabupaten Luwu Timur.

“Masyarakat saya sudah dua kali musim panen berturut-turut merugi, itu bisa dikatakan gagal panen, warga saya bilang mereka masih kurang paham dalam penggunaan pupuk Sri organik ini. Sedangkan tim yang ditugaskan oleh PT Vale yaitu pak Saiful selaku pendamping petani tidak pernah turun kelapangan, pendamping itu hanya sekali saja datang pada waktu awal tanam saja, disaat petani menghubungi melalui teleponnya hanya mengatakan tambahkan pupuknya saja,” ungkap Obert Datte selaku Kades Lioka kepada Matarakyatmu.com, Senin(24/7/17)

Obert Datte, Kepala Desa Lioka yang di nobatkan sebagai Desa Siaga di Luwu Timur ini menambahkan, inilah yang harusnya menjadi tugas dan tanggung jawab penyuluh mendampingi petani dari awal tanam hingga panen untuk memberi bimbingan  penggunaan pupuk Sri organik yang benar ke petani. Jangan sampai petani salah memahami sehingga berakibat fatal seperti sekarang, kerugian warga kami terutama pada operasional tanpa hasil.katanya lagi.

Sementara itu, atas keluhan tersebut tim program pengembangan pupuk Sri organik dari PT Vale dan penyuluh Desa dari kecamatanTowuti yakni, Devi, Azam dan Zahma turun menemui petani Desa Lioka.

Devi mengatakan, ini adalah kinerja penyuluh yang tidak maksimal, kami telah melakukan penggantian penyuluh sebelumnya sebagai pendamping petani di desa Lioka, sekiranya kedepan bisa bekerja maksimal dan menguntungkan petani sawah. Pada hari Kamis ini, kami memulai lagi dari pengelolaan Sri organik di desa Lioka, ada lokasi yang telah di fasilitasi kepala desa Lioka, kuncinya.

Liputan: Harding | Editor: Zhakral.

Komentar

News Feed