oleh

Anggota DPRD Tana Toraja Berguru di DPRD Lutim

MATARAKYAT_LUTIM – Sejumlah anggota DPRD kabupaten Tana Toraja dan instansi Pemda Toraja yang di pimpin Andareas Tadan, SE selaku Wakil Ketua DPRD Tana Toraja sekaligus Fraksi Hanura bertandang di kabupaten Luwu Timur tepatnya di DPRD Lutim, Rabu (26/07/17) di ruang banggar DPRD Lutim.

Anggota DPRD Tana Toraja tersebut antara lain, Selmy Satu, Yohanes Patabang, Stepanus Maluangan dan Nataniel Retta serta kepala Inspektorat sekaligus Staf DPRD Toraja.

Kedatangan tersebut disambut Ketua DPRD Lutim, Amran Syam, Wakil Ketua I, HM Siddiq BM, Wakil Ketua II, Aris Situmorang dan anggota DPRD lainnya antara lain, Sarkawi Hamid, Andi Endy Bi shin go, Piter Kape Parrangan, H. Hendra, Tugiat, Aswandi dan lain-lain.

Hal ini dalam rangka menjalin silaturahmi sekaligus berguru cara untuk meraih Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK.

Amran Syam selaku Ketua DPRD Lutim dalam sambutannya mengatakan,kunjungan ini dalam rangka silaturahmi sekaligus kunjungan kerja (kunker) tim DPRD Tana Toraja dengan berbagai berbagai misi sekaligus mempererat silaturahmi.

Ia menyampaikan, sebelumnya DPRD Lutim akhir-akhir ini kegiatan sangat padat diantaranya pansus LHP BPK RI, katanya.

Sekedar diketahui kata Amran, DPRD sangat konsisten untuk mengawal Luwu Timur terkemuka, terangnya.

Sementara itu, pimpinan rombongan Andareas Tadan sekaligus Wakil Ketua DPRD Tana Toraja sangat bersyukur diterima di Daerah ini,”karena saya tahu dan terharu bahwa orang Toraja tidak dapat terpisah dari Lutim,” tandasnya.

Lanjutnya, kunjungan kerja ini dalam rangka mengatahui cara Lutim untuk meraih WTP sebagaimana bentuk tindak lanjut temuan BPK RI, karena kami ketahui Lutim telah meraih WTP selama lima kali secara berturut-turut, sementara kabupaten Tana Toraja tidak pernah meraih WTP hanya meraih tidak wajar, hal ini disebabkan tinggi nya suhu politik di internal Legislatif dan Eksekutif sekaligus temuan BPK RI tentang Aset Daerah, paparnya.

Oleh sebab itu, kami berharap kehadiran kami di Lutim ini, berikutnya Tana Toraja dapat meraih WTP, tutupnya.

Diselah kegiatan dilakukan sesi tanya jawab yang dipandu langsung Wakil Ketua I, HM Siddiq.

Pada kesempatan tersebut, tampak salah satu anggota Dewan Tana Toraja, Nataniel Retta mempertanyakan bagaimana cara agar hitungan aset daerah tidak lagi menjadi temuan BPK. Menurutnya, banyak aset daerah di Toraja sudah lama tidak digunakan karena rusak dan sebagainya, sehingga menjadi catatan tersendiri dari BPK, ungkapnya.

“Sebenarnya kami malu untuk menyampaikan bahwa kabupaten Tana Toraja belum pernah meraih WTP, karena persoalan tersebut,” ucap Nataniel.

Sementara itu, menurut HM Siddiq mengatakan, kasus serupa pernah kami alami lima tahun yang lalu, tapi Alhamdulillah hal ini kami selesaikan sehingga kami meraih WTP berturut-turut selama lima tahun.

Cara nya adalah kata Siddiq, kami membentuk tim di Daerah sekaligus menunkan tim apresial independen untuk menghitung dan mengecek aset, sementara itu eksekutif dan legislatif harus sinerji antara Bupati dan DPRD harus satu bingkai, komunikasi harus baik, siapkan dana untuk menurunkan tim apresial independen, paparnya.

Ditambahkan Amran Syam, Legislatif dan Eksekutif harus membangun komunikasi dengan baik, kami membangun konsolidasi dan harus duduk manis, sekaligus mengawasi SKPD yang alot dan selalu menyiapkan catatan perbaikan.

Diakhir kegiatan, dilakukan penyerahan cindramata yang diwakili Amran Syam selaku Ketua DPRD Lutim dan Andareas Tadan, Wakil Ketua DPRD Tana Toraja.

Liputan: Zhakral | Editor: Akbar Karca.

Komentar

News Feed