oleh

Tugas dan Fungsi BPTD Wilayah XIX Sulselbar. Ini Paparan Benny Nurdin?

-Daerah-4.661 views

MATARAKYAT MAMUJU – Rakornis Bidang Perhubungan Se Sulbar yang digelar di Hotel Maleo, mengahdirkan beberapa pejabat pusat antara lain Irjen, Kasubdit Promosi dan Kemitraan dan Kepala BPTD Wilayah XIX SulSelBar, Jumat (28/7/2017)

Dalam kesempatan tersebut Ka. BPTD wilayah XIX didaulat untuk jadi pemateri sekaligus memaparkan tugas dan fungsi Balai yang baru dibentuk. “Saya diminta untuk mengisi materi khususnya terkait PM 154 Tahun 2016 tentang struktur organisasi Balai Pengelola Transportasi Darat”. Ujar Benny sapaan akrab Ka. Balai.

Pembentukan BPTD di 25 provinsi diharapkan agar fungsi pemerintahan disektor perhubungan darat yang selama ini dirasakan masih belum maksimal khusunya karena rentan kendali yang jauh, dapat dilaksanakan secara maksimal. Pelayanan transportasi darat kepada masyarakatpun harus lebih baik.

“Selama ini baru fungsi pembangunan yang dilaksanakan oleh Satuan Kerja, tapi dengan hadirnya BPTD, maka fungsi pembangunan dan pelayanan transportasi darat sudah dapat dijalankan lebih baik lagi”,ujar Benny.

Lebih lanjut, berdasarkan PM 154 Tahun 2016, Tipologi Balai terdiri dari 3 tipe yaitu Tipe A,B, dan C. Penetapan tipe ini didasarkan pada wilayah yang memiliki fungsi pengelolaan dan penyelenggaraan ASDP yang bersifat komersil, perintis dan Kepulauan. BPTD Wilayah XIX SulSelBar yang meliputi Sulawesi Selatan dan Barat ini masuk kategori tipe A, karena dari sisi pengelolaan dan penyelenggaraan ASDP ada yag bersifat perintis dan komersil seperti Pelabuhan Penyebrangan Bajoe di Kab.Bone, dan Pelabuhan Simboro di Kab.Mamuju ujanya

Secara garis besar, tugas Balai Pengelola Transportasi Darat Wilayah XIX SulselBar Tipe A berdasarkan PM 154 2016 adalah melaksanakan pengelolaan lalu lintas dan angkutan jalan, sungai danau dan penyeberangan serta penyelenggaraan pelabuhan penyeberangan pada pelabuhan yang diusahakan secara komersil dan pelabuhan yang belum diusahakan secara komersil.

Sedangkan fungsinya adalah melaksanakan fungsi pembangunan, pemeliharaan di bidang LLAJSDP ,peningkatan penyelenggaraan, dan pengawasan Terminal penumpang tipe A, UPPKB (Jembatan Timbang), Kalibrais peralatan PKB, Pemeriksaan fisik rancang bangun sarana angkutan jalan, pengawasan teknis di jalan nasional, pengujian berkala dan industri karoseri serta pelaksanaan manajemen dan rekayasa lalu lintas, pengawsan AKAP, angkutan tidak dalam trayek, angkutan barang, penyidikan dan pengawasan tarif angkutan.

Tanggung jawab Balai cukup besar dalam melaksanakan peningkatan kinerja dan keselamatan transportasi darat di daerah, olehnya saya berharap dukungan dan kerjasama Bapak Kepala Dinas Perhubungan Provinsi, Kabupaten/Kota secara bersama bergandengan tangan untuk mewujudkan pelayanan transportasi yang selamat aman dan nyaman dapat kita wujudkan, ujar Benny yang juga putra asli daerah.

Lanjut, Benny mengatakan bahwa selaku putra daerah yg diberi amanah tentu ini jauh lebih berat lagi, mengingat ekspektasi masyarakat terhadap pembentukan Balai yang sudah lama diharapkan tentu harus saya jalankan dengan sebaik baiknya. Ini amanah berat, mohon kerjasma stakeholder dan doa tambah Benny.

Inilah yang kita harapkan bahwa dengan hadirnya Balai tentu rentan kendali pemerintah pusat sudah semakin dekat di daerah, bayangkan saja kalau ada masalah pelayanan dan kebutuhan sarana dan prasarana kami harus selalu konsultasin ke Jakarta, belum lagi usulan kami kadang tidak ada kejelasan ujar Bapak Yusuf Kadishub Polman, apalagi ini pak benny adinda kami adalah putra daerah maka kami yakin tentu disamping sudah memahami kondisi wilayah juga akan ada tanggung jawab moril yang besar dalam memajukan tata kelola transportasi darat yang selamat, aman, dan nyaman di wilayah Sulawesi Selatan dan Barat ujar Kadishub Polman.

Pantau terminal Tipe A Simbuang dan Pelabuhan Penyeberangan Simboro.

Mengawali tugas pertamanya di Kabupaten Mamuju, Benny didampingi Kasi Lalu Lintas BPTD Yakub, langsung sambangi terminal dan pelabuhan penyeberangan. Ini harus saya lihat langsung, karena terminal dan pelabuhan adalah tempat pelayanan kepada masyarakat dan harus baik agar masyarakat pengguna jasa transportasi bisa selamat, aman dan nyaman ujar benny.

Beberapa hal yang menjadi perhtian penting antara lain masih terdapat beberapa fasilitas utama dan penunjang yang belum mendapat sentuham oleh petugas. Olehnya, dalam arahannya kepada seluruh staf agar benar benar menjaga apa yang ada dan merawat dan tahu tugas dan fungsinya selaku pelayan masyarakat. Jangan ada masyarakat yang merasa tidak nyaman selama berda di terminal, kalau kita saja tidak peduli maka jangan harap masyarakat akan peduli. Contoh WC di terminal Simbuang ini jorok bau pesing, ini saya minta untuk segera dibersihkan”,ujar Benny.

Di Pelabuhan penyeberangan Simboro Lanjut benny juga masih menemukan beberapa aktivitas pedagang yang berada di sekitar area terlarang di kawasan pelabuhan simboro. Saya minta agar Petugas lebih proaktiv, masyarakat harus diingatkan dengan santun, jangan dibiarkan melakukan hal yang dilarang, apalagi area steril, olehnya apa yang menjadi catatan penting akan menjadi perhatian kami kedepan untuk melakukan perbaikan. Kami ingin tempat tempat pelayanan harus setara, masak iya di bandara bisa tertib di Pelabuhan tidak? tetap SOP harus sama dari siai pelayanan ujar benny disambut kata siap oleh para petugas di lapangan. Tutupnya tegas.

 

Liputan : BN | Editor : Akbar

Komentar

News Feed