oleh

Salubattang Rawan Banjir, Pemkot Diminta Peduli

MATARAKYAT_PALOPO – Salah satu wilayah yang ada Kota Palopo, yakni Lingkungan Marobo, Kelurahan Salubattang, Kecamatan Telluwanua, merupakan perkampungan langganan banjir setiap tahunnya.

Perkampungan yang warganya dihuni kurang lebih dari 150 Kepala Keluarga (KK) itu setiap tahunnya mengalami kecemasan dikala musim hujan, dimana selalu mengalami kerugian, baik materi maupun harta benda akibat banjir.

Diduga yang menjadi penyebab terjadinya banjir didearah Marobo Kelurahan Salubattang adalah adanya sembilan delta berada di sungai sehingga mengakibatkan aliran air tidak lancar.

Agar dapat menghilangkan delta itu, diperkirakan Pemerintah Kota (Pemkot) Palopo harus menganggarkan kurang lebih dari Rp 300 juta untuk per delta.

Jika hujan turun. Hanya dalam hitungan jam, rumah warga sudah dipenuhi dengan air luapan dari Sungai Salubattang.

“Kami selalu berdoa agar tidak ada hujan deras, jika hujan deras turun maka sudah dipastikan rumah kami akan kebanjiran lagi. Hal itu menyebabkan semua terganggu utama akses jalan dan tanaman,” ucap Kahar warga Marobo, Sabtu (29/7/2017).

Selain menjadi langganan banjir, akses komunikasi, jaringan seluler didaerah marobo juga masih sangat susah hanya ada beberapa titik saja yang terjangkau oleh signal membuat pertumbuhan daerah lambat.

Liputan: Ardan | Editor: Zhakral.

Komentar

News Feed