oleh

Kepala Adat Bangkep Resah Dijanjikan Ketemu JK. Ini Kejadiannya?

-Daerah-1.171 views

MATARAKYAT_BANGKEP  Sedikitnya 141 Kepala adat di Banggai Kepulauan, Prov. Sulteng, merasa dikibuli dengan undangan Wakil Presiden Jusuf Kalla ternyata hanya dibawa ke Bandung tanpa tujuan. Perjalanan dengan biaya Rp 15 juta perorang dinilai motif menggerogoti uang negara.

Belum lama ini.  Kepala-Kepala Adat dan Kepala Desa se Kabupaten Banggai Kepulauan ke Jakarta di ikuti oleh 141 Desa. Keberangkatan meteka

dinilai upaya menghamburkan anggaran kurang Lebih 2.171.400000 ( Dua Miliar Seratus Juta Empat Ratus Ribu Rupiah ) dari seetoran setiap desa ke Dinas BPMPD Kabupaten Banggai Kepulauan.

Satu desa dipatok biaya sebesar Rp. 15.400.000 (Lima Belas Juta Empat Ratus Ribu Rupiah) dan tak sesuai jadual yang diagendakan.  Ketua LPKN INDONESIA TIMUR (Lembaga Pemerhati Keuangan Negara Indonesia Timur), Tomi, mendapat berbagai keluhan dari kepala-Kepala Adat yang mengikuti kegiatan ke Jakarta baik melalui  telpon maupun datang langsung menemuinya. “Tak kenal larut dan waktu istirahat mereka mempertanyakan program tersebut,” ujar Timi.

Salah seorang kepala adat asal dapil tiga (ADN) mewakili rkannya menyampaikan berbagai keluhan dari kepala-Kepala Adat asal Banggai Kepulauan bahwa mereka merasa dikibulu oleh Kadis BPMPD
Mukhzin S. Mereka menjelaskan saat hendak pulang kemudian diperintahkan ke bandara untuk balik ke Banggai Kepulauan, mengalami kesulitan sebab tidak mengantongi  tiket. “Padahal setiap desa sudahmenyetor ke BPMPD senilai Rp.15.400.000 isudah termasuk biaya transportasi pulang pergi termasuk biyaya penginapan dan makan,” ujar meteka seperti ditirukan Tomi.

Anehnya lagi, ternyata kegiatan di Jakarta para kepala adat dan desa tidak sesuai jadwal awal di mana mereka menghadiri undangan Wakil Presiden, Jusuf Kalla. Ternyata hanya kegiatan di Kementerian Desa Tertinggal serta mengujungi salah satu desa di Garut Provinsi Bandung.

Kepala-Kepala Adat dan desa meminta perhatian Bupati Banggai Kepulauan agar merespon keluhan mereka dan hal serupa tak terulang kembal. Qtas keluhan ini, Kadis BPMPD Bangkeo, Mukhsin belum dapat dimintai klarifikasi kebenarannya****TIM

Komentar

News Feed