oleh

Ditengarai Pengikut ISIS, 2 Warga Makassar Ditangkap

Polisi Amankan 2 Orang Diduga Jaringan ISIS

MATARAKYAT_, TORAJA UTARA – Pengikut jaringan ISIS dari awal oleh aparat hukum telah memgeleminir gerak mereka agar bisa mengantisipasi upaya teror di masyarakat. Seperti kejadian siang tadi (31/7) Unit Intelkam Polsek Rantepao berhasil mengamankan dua pria, Akbar Talli dan Safaruddin, warga Macini Gusung Kota Makassar, yang dicurigai kelompok garis keras di Suriah.

Sebelum diamankan petugas, kedua pria tanggung ini adalah pedagang alat-alat keburuhan rumah tangga dan berjualan di Rantepao, Toraja Utara. Sekitar pukul 11.00 Wita, Akbar Talli menjadikan Mapolsek Rantepao sebagai  tujuan berjualan sementara Safaruddin diseputaran pasar Bolu.

Namun, dihalau sebab secara bersamaan ada kegiatan keramaian dan memilih menjajakan jualan di sekitat Mapolsek seperti kantor PLN Ranting Rantepao dan beberapa saat kemudian kembali masuk ke asrama Polsek Rantepao.

Kehadiran Akbar di Aspol Polsek Rantepao, tak menghadirkan kecurigaan sebab barang dagangan swperti lampu LED metek FDT, alat cukur serta remot TV biasa keluar masuk asrama.

Tapi, bagi Panit 1 Intelkam Polsek Rantepao, Iptu Acang Suryana yang dari awal memantau pergerakan Akbar menaruh curiga kepada penghuni rumah kontrakan di Jl. Salak Kota Palopo.

Setelah mendalami identitas dan aktifitas Akbar, IPTU Acang kemudian meminta android brtsangkutan. Alangkah terkejutnya saat galeri handphone Akbar ditemukan beberapa foto dan identitas mirif kelompok

Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Dicky Sondani menjelaskan,  Akbar dilakukan pemeriksaan secara intensif. Hasilnya pada HP Android ditemukan beberapa gambar diantaranya berdiri tegak membentangkan bendera lambang mirip ISIS, berdiri tegak sambil memegang senjata laras panjang dan sambil memegang 2 bilah pedang terhunus serta foto dengan beberapa kalimat jihad,” ungkapnya.

Dari pemeriksaan sementara Akbar datang ke Rantepao bersama rekannya Safaruddin yang merupakan sepupunya.

“Safaruddin dijemput di SPBU Bolu dan kemudian dibawa ke Polsek Rantepao untuk dimintai keterangan. Hingga saat ini ke-2 orang tersebut masih dilakukan introgasi,” tutupnya.

Hingga berita ini dilansir, keduanya masih menjalani proses pemeriksaa intensif  termasuk mendalami keterlibatan mereka di kelompok teroris paling ditakuti di dunia.

Liputan : Noya. l Editor : Ifa

Komentar

News Feed