oleh

Husler: Kader Golkar Jangan Suka ‘Peccu’ dan ‘Mataggeng’

MATARAKYAT_LUTIM – DPD II Partai Golkar Luwu Timur terus berbenah dan mematangkan kepengurusan dalam persiapan menghadapi pesta demokrasi pemilihan gubernur (Pilgub) yang dihelak 2018 mendatang.

Pematangan itu, salah satunya membentuk kepengurusan DPC kecamatan se kabupaten Luwu Timur. Salah satunya, kecamatan Wotu, Senin (31/07/17) kemarin, di ruang pertemuan masyarakat Wotu.

Pada pembentukan tersebut, Muh. Chaidir resmi memimpin DPC kecamatan Wotu, yang dikukuhkan langsung Ketua DPD II Partai Golkar, HM Thoriq Husler.

Selain Husler, turut hadir sekertaris DPD II, Andi Zulkarnain, pengurus DPD dan puluhan kader serta simpatisan.

Dalam sambutannya, HM Thorig Husler yang juga Bupati Luwu Timur mengatakan, sifat Peccu dan Mataggeng dapat menyebabkan lemahnya partai. Apabila ada kemauan yang tidak tercapai, marah, ngambek dan tidak peduli lagi dengan partai, tandasnya.

“Banyak contoh yang bisa kita lihat selama ini, kalau tidak terpilih jadi ketua partai, kecewa lalu bikin partai baru atau pindah partai, masyarakat akan menilai bila ada kader partai yang suka peccu,” ungkap Husler.

Dihadapan peserta muscam yang di hadiri pula beberapa sesepuh Partai Golkar dan Tokoh Masyarakat Wotu, Husler mengharapkan kader golkar di mana saja berada untuk selalu mengutamakan kepentingan partai di atas kepentingan pribadi dan kelompok serta selalu mengedepankan musyawarah mufakat termasuk dalam memilih pimpinan pengurus tingkat kecamatan.Tidak perlu berdebat terlalu panjang atau Mataggeng, karena Mataggeng juga dapat menimbulkan perpecahan.”Hindari juga baku taggeng dalam memutuskan sesuatu”, pinta Husler.

Hal lain yang disampaikan Husler adalah komitmen partai golkar untuk tetap bersama dan mendukung penuh pemerintahan yang sah di bawah kepemimpinan Jokowi-JK sampai pemerintahan tingkat desa. Kader golkar tidak diperkenankan bertolak belakang dengan pemerintah karena itu merupakan kebijakan umum Partai Golkar yang di hasilkan dalam Munaslub Bali tahun 2016.”Saya tidak mau mendengar ada kader golkar yang merongrong kepala Desa, Camat serta aparat hukum karena itu bukan watak golkar. Mengkritik boleh boleh saja tapi jangan berlebihan. Golkar selalu memberi solusi bukan mencaci maki,” urai Bupati Luwu Timur tersebut.

Sekaitan dengan pesta demokrasi pemilihan gubernur tahun 2018 yang akan datang, Husler menegaskan sikapnya untuk memenangkan usungan Partai Golkar yaitu Nurdin Halid – Azis Qahar Muzakkar. “Kemenangan NH Azis adalah harga diri saya dan golkar Luwu Timur, oleh karena itu semua kader dan struktur golkar segera melakukan konsolidasi, rekonsiliasi dan akselerasi dalam upaya memenangkan NH – Azis termasuk melakukan komunikasi positif kepala seluruh elemen masyarakat termasuk partai partai lain selain golkar,” pungkas Husler.

Liputan: Harding | Editor: Zhakral.

Komentar

News Feed