oleh

Jembatan Timbang Maccopa Disidak. Pengusaha Diminta Patuh Aturan

Sambangi JT Maccopa, Ka.BPTD temukan Banyak Pelanggaran.

MATARAKYAT_MAROS,  Kepala BPTD Wilayah XIX SulSelBar Benny Nurdin yang juga mantan pejabat Dishub Prov.Sulsel melakukan sidak ke Jembatan Timbang Maccopa (31/). Operasionalisasi masih ditemukan beberapa pelanggaran.

Benny bukan orang baru di Sulsel, Putera kelahiran Bantaeng berdarah Pangkep – China ini adalah lulusan Akademi LLAJ Tahun 1994 sudah melanglang buana di Provinsi Sulsel. Disamping pernah menjabat Kepala Seksi Keselamatan Teknik Sarana, Benny juga dikenal sebagai salah seorang pemateri Bidang keilmuan LLAJ di Dishub Provinsi Sulsel, selain itu Benny juga pernah menakhodai Ikatan profesi penguji DPD IPKBI Sulselbar selama dua periode. Tak heran kalau pria yg berparas putih sedikit sipit ini faham betul terkait masalah LLAJ di Sulsel terutama tetkait persyaratan teknis dan laik jalan kendaraan bermotor.

Dalam sidak, Benny menemukan banyak pelanggaran dilakukan pengusaha dan sangat menyayangkan hal tersebut terjadi. Disayangkan terhadap kondisi angkutan barang saat ini, soalnya pasca penutupan oleh Kementerian Perhubungan dan dibuka kembali dengan 25 Jembatan timbang percontohan yang salah satunya di JT Maccapa Maros Sulsel. Benny mengakui bahwa para pengusaha telah banyak melakukan pelanggaran kelebihan muatan.

Diakui Benny, telah dua kali mengambil sampel khususnya kendaraan memuat Pupuk, Semen, dan Pakan, rata rata kelebihan muatan berkisar 200% dari daya angkut yang ditetapkan pada buku uji kendaraan bermotor, bayangkan Daya angkutnya hanya 9850 kg, tapi surat DO (Drlivrry Ordernya) tercantum 600 zak dengan berat per cak 50 kg atau sekitar 30.000 kg (30 ton) ujar benny sambil mengahspus keringat di keningnya.

Lanjut Benny mengatakan bahwa disamping pelanggaran muatan juga ditemukan pelanggaran dimensi dan persyaratan teknis dan laik jalan. “Hari ini saya temukan ada 3 kendaraan yg menyalahi atutan dimensi ( Julur belakang Atau dikenal dengan Rear Over Hang/ROH) dan juga ban gunful dan vulkanisir, ” urai Benny.

Pengoperasian JT Maccopa saat ini masih sosialisasi dengan  target  dalam waktu seminggu kedepan data pelanggaran sudah diidentifikasi. “Kami segera memanggil pengudasa angkutan barang serta stakeholder terkait untuk mengkomunikasikan hal ini. Fenomena pelanggaran ini dieleminir dengan cara soft agar  bisa menyelesaikan masalah dengan cara elegan.

“Bisa jadi pengusaha tidak pernah tahu bahwa daya angkut kendaraanya yang ditetapakan dalam buku uji jauh lebih kecil dari muatan yg selama ini dia lakukan atau ada hal lain yg menjadi pertimbangan. olehnya kami sangat butuh data dan pengakuan daro para pengusaha,” ujar Benny.

Selama JT Maccopa dibuka,  masih mengumpulkan data dan perusahaan dan muatan serta pelanggarannya menjadi prioritas kerja. Benny berjanji dalam waktu dekat akan mengambil tindakan. “Yach saya akan prioritaskan ini, tapi bertahap dan saya akan mulai pada perusahaan yg mengangkut pupuk, semen, Pakan dan yg sejenis,” tegasnya..

Harusnya perusahaan bisa lebih patuh dan lebih sadar bahwa apa yg dilakukan selama ini dapat mengganggu dan merusak kondisi jalan dan lalu lintas serta dapat menimbulkan kecelakaan lalu lintas berujung pada korban materi.

Lebih jauh Benny menjelaskan, disamping penindakan di Jembatan Timbang akan dilakukan juga sosialisasi dan kunjungan ke perusahaan pengangkutan, pabrik dan bengkel karoseri. Upaya ini penting biar semua sama sama tahu apa yg menjadi kendala sampai saat ini kita tidak bisa move on dari masalah over loading.

Liputan : BN.  l Editor : Ifa

Komentar

News Feed