oleh

Peran Jen Tang Dalam Kasus Buloa Dikaburkan. Ini Sorotan ACC?

MATARAKYAT_MAKASSAR – Berita Acara Pemeriksaan (BAP) yang dijadikan dasar dakwaan JPU dinilai sumir sebab tidak mengembangkan penyidikan ke Jen Tang, sosok penting dalam kasus sewa lahan di Buloa. “Dua tersangka hanya boneka Jeng Tang,” tudin Wiwin, aktifis ACC.

Dugaan tindak pidana korupsi dalam kasus penjualan lahan buloa yang hanya menyeret tiga nama dalam kasus tersebut, dianggap oleh Anti Corruption Committe (ACC) Sulawesi jaksa tidak semua yang terlibat dijerat.

Direktur Riset dan Data ACC, Wiwin Suwandi menilai Kejati belum menjerat semua semua pihak yang terlibat.

“Sejak awal kasus ini disidik, kami menilai Kejati belum semua yang terlibat dijerat. Makin terkonfirmasi dari dakwaan JPU menyebut beberapa yang aktif dalam sejumlah pertemuan-pertemuan terkait perkara ini selain 3 tersangka itu,” ungkap Wiwin

Mereka ini, lanjut Wiwin, patut diduga bersama-sama aktif mengatur pertemuan-pertemuan, hingga pada pembuatan kontrak kerjasama yang melibatkan 3 tersangka. Termasuk pengacara Jen Tang yakni Ulil Amri.

“Dalam dakwaannya JPU ‘malu-malu’ menyebut Jen Tang sebagai pemilik lahan negara di Buloa dalam perkara a quo. JPU hanya memunculkan nama Rusdin dan Jayanti, padahal JPU sebetulnya meyakini keduanya adalah boneka (orang) Jen Tang yang dipakai untuk mengaburkan peran Jen Tang.

Wiwin menambahkan, meskipun register nama itu atas nama Rusdin dan Jayanti, tapi keduanya merupakan anak buah Jen Tang.

Liputan : Ilham  I Editor : Ifa

Komentar

News Feed