oleh

Pipa Minyak PT Vale Digali Warga Labose, ini Masalahnya

MATARAKYAT_LUTIM – Ratusan warga dusun Labose, desa Laskap, kecamatan Malili, kabupaten Luwu Timur melakukan kasi demo di poros jalan Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara, di desa Laskap sejak kemarin sampai saat ini, Kamis (03/08/17).

Aksi warga tersebut karena tidak adanya kejelasan soal kompensasi dari hasil pertemuan antara PT Vale Indonesia, Pemerintah Daerah (Pemda) dan masyarakat pemilik lahan.

Akibatnya, warga melakukan aksinya dengan cara menggali jalur pipa minyak perusahaan tambang nikel milik PT Vale Indonesia ini. Selain itu, akses jalan kendaraan operasional PT Vale juga ditutup warga.

Salah seorang pemilik lahan, Jois Andi Baso mengatakan, PT Vale telah membenturkan masyarakat dengan Pemda karena lokasi yang dilalui jalur pipa minyak menurutnya masuk dalam Daerah Medan Jalan (DMJ).

Setelah dilakukan pengecekan dibalai besar di Makassar, kata Jois, ternyata belum ada pembebasan lahan oleh Pemda sehingga lahan tersebut masih sepenuhnya hak masyarakat dengan dibuktikan adanya sertifikat.

“Sementara PT Vale sendiri kembali bilang, walaupun tidak ada DMJ sudah pasti akan di DMJkan karena selama ini PT Vale tidak bisa menerbitkan sertifikat diatas lahan jalur pipa tersebut,” ungkapnya.

Saat ini, kata Jois, Perusahaan berusaha mengurus sewa menyewa terhadap lahan yang masuk dalam DMJ antara Vale dan Pemda. Sementara masyarakat sendiri dirugikan karena masih menunggu pembebasan lahan dari Pemda.

“40 tahunmi (Vale) sudah gunakan namun tidak pernah memberikan apa apa (kompensasi) terhadap masyarakat, sementara kalau pemerintah menjadikan lahan tersebut menjadi DMJ langsung mau disewa oleh perusahaan,” katanya.

Sementara itu, PT Vale Indonesia sendiri hingga saat ini belum dapat memberikan keterangan secara resmi terkait aksi penutupan jalur pipa minyak yang dilakukan oleh warga dusun Labose, desa Laskap.

Liputan: Harding | Editor: Zhakral.

Komentar

News Feed